Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang

Penulis -

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Makmur Hendrik memulai cerbung Giring-giring Perak begini;
“PEDATI yang berjalan paling depan tiba-tiba dihentikan. Dua-puluh pedati lainnya yang berjalan di belakang berhenti pula.

”Kenapa berhenti?” Seorang lelaki yang berjalan di sisi pedati yang kesepuluh bertanya pada teman di depannya.

”Entahlah. ” jawab yang ditanya. Pedati yang kesepuluh bertanya pada teman di depannya.
”Entahlah. ” jawab yang ditanya.”

Sebenarnya Bukit Tambun Tulang adalah cerita rakyat dari zaman lebih muda dan amat populer, sedikit di bawah Cindua Mato dari zaman lebih tua.

Tokohnya adalah seorang anak muda yang ibunya diculik oleh Harimau Tambun Tulang. Ia jatuh cinta pada wanita itu. Si anak lalu mencari ibunya kemana-mana. Menurut cerita silat Makmur Hendrik, si penculik, Harimau Tambun Tulang itu tak pernah diketahui. Wajahnya tak pernah terlihat.

Si anak yang oleh Makmur diberi nama Giring-giring Perak, karena di kakinya ada giring-giring, terus berkelana. Bertemulah dia dengan seorang guru silat yang amat sakti.
Setelah mahir bersilat ia minta izin mencari ibunya. Kemana-mana.

Sementara itu penyamunan terus berlangsung. Yang lewat mati atau kalau mau hidup, serahkan semua harta.

Pedati yang tadi hendak lewat adalah awal cerita bagi Giring-giring Perak. Pada saatnya ia bertemu satu lawan satu dengan Harimau Tambun Tulang yang selalu pakai topeng.

Ia berhasil membunuh dan topeng pun terbuka. Ternyata guru silatnya adalah si Harimau itu sendiri.

Kini nyaris tak ada yang tahu lagi nama Bukit Tambun Tulang. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak
Harimau Rantau. Apa Pula Itu
Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik
Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?
Ini Sejarah Pengambilan Api Porprov di Nagari Pariangan
Pasar Ala Tempo Dulu Itu, Ya Pasar Van Der Cappellen
Semalam, Galuik Indang Pukau Penonton IT’S…SHOWTIME!
Diah Ayu Lestari Bawa Tarian Indang Dindin Badindin ke Kairo
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 April 2021 - 18:53 WIB

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:13 WIB

Harimau Rantau. Apa Pula Itu

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:05 WIB

Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang

Sabtu, 22 Desember 2018 - 01:38 WIB

Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik

Minggu, 2 Desember 2018 - 16:27 WIB

Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB