Harimau Rantau. Apa Pula Itu

Penulis -

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Di Minangkabau dikenal dua jenis harimau. Pertama harimau asli dan kedua harimau rantau yaitu yang hidup liar di batas wilayah suku bangsa matrilinial ini.

Menurut cerita rakyat, harimau asli akan memberi tahu penduduk, jika harimau rantau yang jahat itu masuk ke rimba Minangkabau. Caranya dengan mengais-ngais jalan ke rimba. Jika tanda itu bertemu maka berhentilah ke rimba sampai situasi aman.

Harimau asli itu, tidak jahat asak disapa dengan santun, seperti juga tikus. Kalau harimau disapa inyiak, sedang tikus disapa puti, jika begitu padi dan beras takkan dicuri si tikus.

Harimau rantau datang ke Minang mencari makan karena habitatnya terganggu. Harimau asli menjadi teman, itulah sebabnya kenapa ada silek harimau yang terkenal itu.(nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak
Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang
Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik
Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?
Ini Sejarah Pengambilan Api Porprov di Nagari Pariangan
Pasar Ala Tempo Dulu Itu, Ya Pasar Van Der Cappellen
Semalam, Galuik Indang Pukau Penonton IT’S…SHOWTIME!
Diah Ayu Lestari Bawa Tarian Indang Dindin Badindin ke Kairo
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 April 2021 - 18:53 WIB

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:13 WIB

Harimau Rantau. Apa Pula Itu

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:05 WIB

Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang

Sabtu, 22 Desember 2018 - 01:38 WIB

Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik

Minggu, 2 Desember 2018 - 16:27 WIB

Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB