Minang Corner

Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik

Padang, Prokabar – Sekitar 12 hari lalu, Air Mancur di Lembah Anai mengamuk. Loncatan airnya melewati jalan.

Pada awalnya sejak doeloe, lidah rakyat menyebut air terjun di sana dengan Aie Mancua. Tatkala harus ditulis, kok terbalik, maka kemudian dibuatlah sebagaimana lazimnya; Air Terjun Lembah Anai. Apapun lidah rakyat konsisten dengan Aie Mancua. Yang sama antara lidah dan tulisan hanyalah Lembah Anai.

Lembah Anai sendiri, merupakan mulut botol yang sempit. Zaman amat lampau namanya Bukit Tambun Tulang, yaitu timbunan tulang. Di sini bersarang penyamun, yaitu perampok makan masak mentah. Namanya kepala penyamun itu, Harimau Tambun Tulang. Di zaman modern diangkat jadi cerbung oleh Makmur Hendrik dengan judul, Giring-giring Perak yang amat laris itu. Sebelumnya oleh seniman tradisional diangkat jadi kisah randai dengan judul, Rambun Pamenan.

Lembah Anai merupakan sebuah lembah, yang jika ditarik garis lurus ke puncak maka, tingginya sekitar 1 Km jika diukur dari Silaing Bawah, Padang Panjang.

Belanda membangun jalannm kereta api melalui lembah ini yang selesai pada kira-kira 1891. Peluit kereta api pertama menyentakkan Minangkabau, nyaris sama dengan Sulawesi sebentar lagi.

Peluit kereta api itulah yang menggetarkan Hamka, lalu ia menulis roman, Tenggelamnya Kapan Van der Wijk. Kisah gadis berambut panjang dari Batipuah dengan Zainuddin nan malang.

Lembah Anai, adalah kisah tentang jalan raya maut, bernama Silaing Kariang. Sebuah tikungan tajam dan sempit serta basah.

Banyak kecelakaan di sana, namun belakangan kelok berbahaya itu menjadi agak ramah setelah, dinding batu dikubak oleh PU di bawah komando Sabri Zakaria beberapa tahun nan lampau.

Lembah Anai dan Aie Mancua, memiliki jembatan kereta api yang menakjubkan meski kereta kini sudah tak lewat lagi.

Akan halnya Air Mancur atau Air Terjun itu, merupakan mata air pegunungan dari Singgalang gunung yang di puncaknya ada telaga bernama Talago Dewi. (nrs)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top