Ini Sejarah Pengambilan Api Porprov di Nagari Pariangan

Penulis -

Sabtu, 17 November 2018 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Melambangkan energi, semangat dan kebersamaan, keberaan api selalu dipakai dalam setiap menyambut pelaksanaan olahraga diberbagai belahan dunia, dan tak terkecuali bagi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan surat keputusan Gubernur No : SK.426.3-419-90 tanggal 15 Agustus 1990 tentang lokasi pengambilan Api Porda Sumatera Barat ditetapkan pengambilan api tersebut di Nagari Pariangan.

Dalam buku catatan Irwan, M.Pd, mengapa api tersebut diambil di Pariangan karena Pariangan masih menyimpan banyak fakta sejarah dan budaya sebagai nagari tuo di Minangkabau.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

 

Di Pariangan terdapat kuburan panjang, sawah gadang satampang baniah, bukik nan indak barangin, lurah nan indak barayia, lubuak siguntang guntang dan berbagai tradisi budaya lainnya. Pariangan juga dikenal sebagai nagari tertua di bumi Minangkabau.

Sebagai daerah asal nenek moyang orang Minangkabau, menurut Irwan telah sepatutnya kita menghargai daerah tersebut (Pariangan) sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Setiap acara besar diselenggarakan, tidak ada salahnya kita berkumpul di Nagari tersebut.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Prosesi pengambilan Api Porprov dilaksanakan di lapangan Sultan Suri Maharajo Dirajo Nagari Pariangan. Sebagai lokasi pengambilan Api Porprov sesuai SK gubernur, maka dilokasi ini kini telah dibangun sebuah monumen Api Porda/Porprov.

Lapangan ini tidak hanya dipakai untuk pengambilan Api Porprov, tetapi juga pernah dipakai untuk pengambilan Api PON, serta tempat pengambilan tanah, air sebagai lambang persatuan pemuda nusantara dari Sumatera Barat dan dibawa ke tingkat nasional.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Terakhir, catatan Irwan dalam buku Prosesi Pengambilam Api Porprov ke XV di Padang Pariaman juga menulis, karena Pariangan sudah merupakan trade mark sebagai tempat pengambilan api, maka tugas kedepannya adalah melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Jangan sampai Bak kata pepatah, ” jalan dialiah urang lalu, labuah diinjak urang baladang, cupak dituka urang manggaleh”.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak
Harimau Rantau. Apa Pula Itu
Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang
Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik
Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?
Pasar Ala Tempo Dulu Itu, Ya Pasar Van Der Cappellen
Semalam, Galuik Indang Pukau Penonton IT’S…SHOWTIME!
Diah Ayu Lestari Bawa Tarian Indang Dindin Badindin ke Kairo

Berita Terkait

Minggu, 18 April 2021 - 18:53 WIB

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:13 WIB

Harimau Rantau. Apa Pula Itu

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:05 WIB

Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang

Sabtu, 22 Desember 2018 - 01:38 WIB

Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik

Minggu, 2 Desember 2018 - 16:27 WIB

Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB