Semalam, Galuik Indang Pukau Penonton IT’S…SHOWTIME!

Penulis -

Minggu, 30 September 2018 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Harmoni suara serunai, gendang tabuik, talempong dan dol sukses hipnotis penonton IT’S… SHOWTIME! di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (29/9) malam. Irama musik dan nyanyian khas Sumatera Barat ini tengah mengiringi penari balet Indonesia Dance Company (IDCO).

Perpaduan tarian Indang dipadukan dengan kontemporer menghasilkan pertunjukan yang spektakuler. Tatanan panggung yang apik, kostum, alur cerita yang menarik dan semangat dari penari ini mampu membuat penonton terbuai dalam suasana.

Foto Beb – Penari dan penggagas acara IT’S… SHOWTIME!

Inilah janji yang diucapkan tiga wanita cantik penggagas pertunjukan ITS…SHOWTIME!. Mereka adalah Claresta Alim (IDCO Artistic Director), Leonny Ariesa (IDCO Managing Director) dan Jonatha Pranadjadja (IDCO Ballet Mistress).

Ketiganya sukses menyuguhkan pertunjukan tarian balet yang dipadukan dengan tarian tradisional, salah satunya Sumatera Barat.

“Sesuai dengan visi misi kami ingin memadukan tarian tradisional dan balet menjadi satuan gerakan indah. Bisa dinikmati semua orang dan lebih menunjukan keberagaman budaya kita, Indonesia,” ucap Claresta saat ditemui Prokabar.com.

Foto Beb – Toby dan tiga penggagas IT’S…SHOWTIME! Claresta Alim (tengah), Leonny Ariesa dan Jonatha Pranadjadja

Dipilihnya Tarian Indang dipadukan dengan tarian kontemporer ini berasal dari karya Frank Adam Toby Rorimpandey. Pria yang akrab disapa Toby ini menjelaskan bila Tarian Indang ini dimainkan ketika Ramadan tiba.

“Ceritanya berawal ketika Ramadan. Menanti buka puasa yang disebut ngabuburit, kalau di kampung kan nggak ada mall. Jadinya anak-anak biasa di surau main rebana sambill berdendang tentang agama,” beber Toby.

Sebelum menentukan pilihan pada Sumatera Barat, Toby sempat berfikir mengangkat tradisi tarian Palembang dan Kalimantan. “Saya diberi kebebasan untuk memilih daerah mana yang pas untuk diangkat di acara ini. Pilihan Sumatera Barat karena saya telah berdiskusi dengan Uni Elly Kasim untuk mengangkat tarian Indang,” ujarnya.

Foto Beb – Tarian Indang pukau penonton semalam di Gedung Kesenian Jakarta

Persiapan sejak akhir Januari hingga pertunjukan semalam, membuat Toby bersyukur. Claresta memberikan 12 penari terbaiknya untuk membawakan tarian tradisional. “Penari IDCO itu multitalenta. Tak hanya balet saja tapi tarian tradisional juga harus dikuasai. Jadinya bisa dilihat di pertunjukan tadi, keren kan,” puas Toby. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak
Harimau Rantau. Apa Pula Itu
Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang
Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik
Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?
Ini Sejarah Pengambilan Api Porprov di Nagari Pariangan
Pasar Ala Tempo Dulu Itu, Ya Pasar Van Der Cappellen
Diah Ayu Lestari Bawa Tarian Indang Dindin Badindin ke Kairo

Berita Terkait

Minggu, 18 April 2021 - 18:53 WIB

Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:13 WIB

Harimau Rantau. Apa Pula Itu

Sabtu, 22 Desember 2018 - 02:05 WIB

Kisah Penyamun Bukit Tambun Tulang

Sabtu, 22 Desember 2018 - 01:38 WIB

Air Mancur nan Terjun di Lembah Anai yang Ikonik

Minggu, 2 Desember 2018 - 16:27 WIB

Heboh, Enak, Ya Itu Pasar Van Der Cappellen. Penasaran?

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB