Tanah Datar, Prokabar – Aparat kepolisian dan BKSDA berhasil menangkap pelaku penganiayaan Simpai dalam video viral beberapa hari terakhir.
Pelaku merupakan anak Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.
Petugas kepolisian berhasil mengamankan lima orang pelaku dan sudah meminta maaf.
Penganiayaan tersebut menurut pelaku terjadi pada Januari 2021.
Berita Terkait:
- Tiga Pemuda Siksa Simpai Sumatera
- Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa
- Pelaku Penyiksaan Simpai Terungkap, Ternyata di Tambangan Tanah Datar
- Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA
“Kami mengakui salah dan kami meminta maaf atas tindakan yang mengakibatkan video tersebut viral dan membuat kegaduhan,” kata salah seorang pelaku yang kini beredar di media sosial.
Selain meminta maaf, polisi dan petugas BKSDA juga mendatangi lokasi di pinggir sungai,tempat pelaku menganiaya simpai.

VIDEO PENYIKSAAN
Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.
Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.
Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.
Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.
Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.
Baca Juga Milenialisme.com
- Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet
- Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC
- Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur
Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.
Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.
Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.
Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.
Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.
Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan. (laf)
















