Daerah

Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa


Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat. Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya.

Simpai

Simpai atau Surili memiliki nama lain Presbytis melalophos. Hewan ini termasuk primata yang dilindungi.

Dibaca : 1.0K

PROKABAR.COM, PADANG-  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat.

Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya.

Kenapa pula ada yang menyiksa Simpai nan lincah ini.

Primata langka itu bertungkai dan berlengan panjang. Bulunya halus warna kuning. Pelompat indah adalah primata Sumatera.

Lincah, suka berayun-ayun pada dahan kayu besar.

Berita Terkait

Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera

Biasanya kera berekor panjang itu turun ke tanah untuk minum di tepi sungai atau batang air.

Pada anak-anak sungai dalam rimba.

Di rimba, parak, ladang-ladang simpai hidup bersama siamang, beruk, cigak atau kera.

Makhluk lompat-melompat di pepohonan ini, terlincah dari kawan-kawannya.

Ekor simpai yang panjang, terlihat lucu. Binatang lucu itulah yang dilindungi, karena telah langka.

Beberapa anak bujang menyiksa hewan primata itu pula. Kabarnya di Lintau.

Video Penyiksaan Simpai

Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.

Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.

Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.

Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.

Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.

Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.

Baca Juga Milenialisme.com

Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.

Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.

Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.

Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.

Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.

Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra memastikan kejadian tersebut di Lintau.

Pihak BKSDA masih menelusuri kejadian hingga sekarang, Kamis (1/4/2021).   (nrs)

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top