Daerah

Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA

Para pelaku penyiksa simpai saat membuat klarifikasi dan permintaan maaf disaksikan aparat kepolisian dan BKSDA Sumbar.

Dibaca : 225

Agam, Prokabar – Jajaran BKSDA Sumatera Barat bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap pelaku penganiayaan satwa dilindungi jenis Simpai atau Surili (prebytis melalophos) yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan fakta di lapangan, lokasi kejadian berada di Jorong Aia Mudiak, Nagari Tambangan Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,” ungkap Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra, Minggu (4/4).

Dia menjelaskan, video direkam pada tanggal 14 januari 2021. Dan pelaku dalam video berinisial A (17), yang melakukan perekaman, MR (15) yang memegang Simpai, HF (32), yang memegang karung, TPT (16), menggunakan batik biru dalam posisi berdiri, JM (45), berkaos hitam dalam posisi berdiri. Dan sementara pelaku penyebar video RM (18).

Ia melanjutkan berdasarkan hasil pemeriksaan terpisah para pelaku, kejadian pada saat para pelaku akan mandi di sungai.

Melihat Simpai terjatuh dan terluka, bermaksud menyelamatkannya, maka satwa mereka tangkap.

Namun satwa bereaksi, melihat hal itu spontan para pelaku tertawa.

“Satwa itu mereka tangkap dan bawa dengan karung ke rumah berjarak 30 meter dan mereka obati. Dan selanjutnya lepas pada hari itu juga,” jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi pelaku. Rekonstruksi ulang oleh pelaku dengan saksi perangkat nagari, jorong dan warga.

“Memeriksa para pelaku video dan penyebar. Kami juga telah melakukan pembinaan dengan surat pernyataan di Polres Padang Panjang. Serta Pembuatan video klarifikasi di kantor wali nagari,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top