Minang Corner

Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya

Padang, Prokabar – Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding bahasa daerah lain, seperti Bahasa Jawa (27,5%) dan Bahasa Sunda(2,5%). Meskipun dalam perkembangannya, jumlah kosakata Minangkabau cenderung menurun dibandingkan interferensi kedua bahasa daerah tersebut.

Posisi 1988

Kemudian menurut catatan Adi Budiwiya,
bahasa Jawa menempati urutan teratas dalam kontribusinya terhadap pengembangan kosakata bahasa Indonesia, yakni 30,54 %. Berturut-turut disusul bahasa Minangkabau (25,59%), Sunda (6,14%), Madura (6,09%), Bali (4,21%), Aceh (3,08%), dan Banjar (2,75%)

Meski turun ke nomor dua, tapi melihat pengguna bahasa Jawa yang ratusan juta orang maka hal itu wajar. Wajar jiga Bahasa Minang nomor dua karena posisi liberonya sejak sebelum kemerdekaan sampai orde baru. Novel-novel para sastrawan Minang menggugah Nusantara. Waktu itu 9 dari 15 pengarang Balai Pustaka adalah anak Minang.(nrs)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top