Lebaran 2019

Viral, Rp35 Ribu Hanya Untuk Lihat Laut, Ini Kata Pemkab Pasaman Barat

Dibaca : 515

Pasaman Barat, Prokabar — Jagad raya pariwisata di Sumatera Barat dua hari ini heboh. Lagu lama terulang kembali. Dinyanyikan netizen korban pungutan yang dinilai di luar kewajaran saat berwisata ke Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

“Untuk lihat pantai saja, harus bayar mahal. Padahal beberapa di daerah lain tidak sebegitunya menetapkan tarif masuk lokasi wisata. Ganas, tukang pakuak merajalela di Pasaman Barat,” kata Andi, salah satu warga Kabupaten Pasaman yang baru pulang berwisata ke kabupaten tetangga itu, Minggu (9/6).

Kabar yang viral, uang Rp35 ribu, pungutan yang dialami wisatawan untuk per kepala yang masuk dalam kawasan pantai. Ini tidak benar, adanya.

“Yang benar itu, untuk biaya masuk orang dewasa Rp15 ribu per kepala, anak-anak Rp10 ribu, dan parkir Rp5 ribu. Kalikan saja, berapa orang yang berkunjung. Ini sangat tinggi. Bandingkan dengan Kabupaten Padang Pariaman, pungutan hanya Rp5 ribu di Pantai Tiram. Itupun untuk parkir. Berapa orang yang berkunjung, tidak dipungut,” lanjut Andi.

Di sisi lain, Pemkab Pasaman Barat melalui Kabag Humas, Yosmar Difia menjelaskan, objek wisata Pantai Sasak bukanlah objek wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat. Melainkan pengelolaannya langsung diambil alih oleh masyarakat sekitar lokasi. Begitu juga penetapan tarifnya.

“Mereka (pengelola) nantinya juga kita kenakan pajak yang ditagih oleh Badan Aset dan Pendapatan Pasaman Barat, sebesar 15 persen. Namanya pajak lokasi hiburan atau wisata” lanjut Yosmar.

Dinilai Yosmar, banyak warga yang mengeluh atas besarnya pungutan tersebut, wajar adanya. Tandanya, masih banyak masyarakat yang peduli akan Pasaman Barat yang lebih baik.

“Untuk ke depannya Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pariwisata akan menindaklanjuti masukan serta tanggapan atas permasalahan tiket ini dengan berbagai pihak yang berkompeten termasuk masyarakat pengelola kawasan wisata tersebut. Bagaimana nantinya, kita bakal buat pengunjung lebih nyaman dengan kebijakan yang terbentuk,” tukas Yosmar. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top