Pariaman, Proabar – Wali Kota Pariaman Yota Balad secara resmi membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tahun 2026 yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur.
Kegiatan berlangsung di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (14/10/2026), dan diikuti 35 peserta dari unsur nelayan, penyuluh perikanan, serta instansi terkait.
Mengusung tema “Dengan SLCN Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi cuaca bagi nelayan.
Yota Balad menekankan bahwa pengetahuan tentang cuaca, gelombang, angin, dan arus laut menjadi kebutuhan penting untuk keselamatan serta hasil tangkapan.
“Pengetahuan tentang cuaca dan kondisi laut kini menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar pengetahuan tambahan,” ujar Yota Balad.
Ia juga menyinggung HF Radar yang telah terpasang di kawasan Taman Anas Malik dan berharap BMKG segera mengaktifkannya agar informasi cuaca lebih akurat sekaligus membantu mengetahui keberadaan kawanan ikan.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur Sahat Mauli Pasaribu menjelaskan bahwa SLCN merupakan komitmen BMKG untuk memperkecil risiko kecelakaan di laut.
“Nelayan dibekali kemampuan membaca data cuaca, pergerakan arus, dan peta sebaran ikan, sehingga angka kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem dapat ditekan,” kata Sahat Mauli Pasaribu.
Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Dr. Hendro Nugroho. Pemerintah Kota Pariaman berharap SLCN mampu memperkuat budaya sadar cuaca di kalangan nelayan demi keselamatan dan kesejahteraan mereka.
















