Terkait Dugaan Kekerasan Oknum Penyidik Polres Pasaman, Ini Tanggapan Kapolres

Penulis -

Rabu, 7 September 2022 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Pasaman, AKBP Fahmi Reza

Kapolres Pasaman, AKBP Fahmi Reza

Saat ditanya, alasan yang dituangkan dalam surat pelepasan tersebut prosesnya dihentikan karena tidak cukup bukti, bukan tindak pidana, dihentikan demi hukum karena tindak pidana yang dilanggar tidak termasuk pada pasal 21 ayat 4 KUHAP, AKBP Fahmi bersikukuh, alasan untuk pelepasan itu sesuai yang berlaku.

“Itu surat pelepasan tersangka, bukan bukti surat perintah penghentian penyidikan (Sp3). Setau saya, penyidik belum Sp3 perkara. Penyidik sedang melengkapi penyidikannya,” pungkas AKBP Fahmi Reza menanggapi informasi salah tangkap ini.

Di sisi lain, sebelumnya, Mustafa (38) warga Jorong Sarial Selatan, Nagari Luhak Nan Duo, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat melapor ke Polda Sumbar atas kekerasan yang diduga dilakukan penyidik pada dirinya.

Pasalnya, pria yang kesehariannya berkebun ini ditangkap oleh Polres Pasaman atas dugaan kasus pembakaran alat berat tambang emas illegal.

Namun, sudah dua hari semalam diproses, Mustafa dibebaskan dengan alasan tidak cukup alat bukti dan lainnya sesuai surat keterangan pelepasan tersangka dari Polres Pasaman.

Naas, dalam proses penyidikan, Mustafa diduga dianianya. Ia menerima banyak pukulan. Mulai dari pukulan dengan tangan kosong, pakai tongkat polisi hingga tendangan.

Kini ia trauma dan menuntut keadilan melalui laporan yang ia layangkan ke Polda Sumbar bernomor LP/B/229/VI/2022/SPKT Sbr tertanggal 14 Juni 2022. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Aduan Berujung PTDH, Warga Berinisial LMN Puji Respon Cepat Bidpropam Polda Sumbar
Pencegahan Kasus LGBT di Sumbar Perlu Regulasi, Edukasi, dan Pembinaan Terpadu
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polres Dharmasraya Ungkap 11 Kasus Menonjol Selama Bulan Juni -Juli 2026. Tujuh Diantaranya Kasus Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Aduan Berujung PTDH, Warga Berinisial LMN Puji Respon Cepat Bidpropam Polda Sumbar

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pencegahan Kasus LGBT di Sumbar Perlu Regulasi, Edukasi, dan Pembinaan Terpadu

Berita Terbaru

Hiburan

Andri Mashadi dan Dinda Kirana Mabuk Laut Saat Syuting!

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:39 WIB