Hukum

Terjadi Perlawanan, Dua Nelayan Pukat Harimau di Pessel Ditangkap

Pessel, Prokabar – Aktivitas pukat harimau yang sudah berlangsung sejak lama di laut Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), akhirnya ditangkap oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumber.

Nelayan pukat harimau tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Karena, alat tangkap jenis ini disebut tidak ramah lingkungan.

DKP Sumber, berhasil menangkap dua orang pelaku aktivitas dilarang itu pada Senin (9/9). Kedua orang pelaku telah diserahkan ke Polda Sumbar untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kepada wartawan Kepala Dinas DKP Sumber, Yosmeri mengatakan, saat melakukan penangkapan, selain pelaku pihaknya juga mengamankan pukat harimau.

“Dua orang pelaku sudah kami tangkap dan telah kami serahkan ke Polda Sumber, selain pelaku sejumlah alat tangkap pukat harimau juga kami amankan guna bukti lebih lanjut, “ujarnya.

Saat penangkapan, kata Yosmeri, banyak pelaku melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan cara menghadang serta menabrak kapal petugas.

Selain dapat melarikan diri, pelaku juga sempat menghantam kapal petugas dan melompat kelaut agar lolos dari penangkapan petugas.

“Sebenarnya ada sekitar 10 unit kapal yang beroperasi ketika itu, hanya saja mereka lebih cepat menuju ke tepi pantai. Sebenarnya ada tiga orang di atas kapal yang diamankan, cuma yang satunya nekat loncat ke laut dan berenang. Sedangkan duanya lagi yang sama-sama berinisial (S) berhasil diamankan, “jelasnya.

Yosmeri menambahkan, penangkapan nelayan itu telah dilakukan sesuai dengan SOP, seperti memperingati dengan pengeras suara. Malah, nelayan memberikan perlawanan yang berakibat kepada rusaknya kapal pengawas miliki DKP.

“Jadi, sebelum kami melakukan penangkapan ini, Bupati Pesisir Selatan telah mengirimkan surat ke gubernur, agar ada penindakan. Langsung kami bergerak, dan akhirnya menemukan nelayan pukat harimau yang sedang beroperasi dan kita amankan,” ujarnya lagi.

“Persoalan penyelidikan akan dialkukan oleh pihak kepolisian, namun dari PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) kita ada 2 orang yang akan ikut melakukan penyelidikan tersebut bersama pihak kepolisian,” jelasnya.

Lanjut Yosmeri mengatakan, kapal bersama kondisi kapal pengawas yang rusak akibat perlawanan dari nelayan saat penangkapan tersebut telah sampai di Pelabuhan Bungus.

Untuk kondisi kapal pengawas yang rusak itu ada beberapa bagian dinding kapal yang pecah dan hingga membuat kondisi bagian dalam kapal agak retak.

“Untuk ukuran kapal yang kita tangkap itu memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 2,5 meter, besar alat tangkap lainnya,” tutupnya,(min)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top