Padang, Prokabar – Malam telah gulita di Taluak Kabuang, Padang. Dari pelantang suara terdengar alunan ayat suci dari para gadis.
Suara itu, menyejukkan hati. Mereka sedang tadarus, Senin (12/4).
Inilah malam pertama Ramadhan. Seusai taraweh, anak-anak gadis itu duduk kholaqoh. Melingkar.
Mereka jemaah Masjid Syarif Cindakir, Kelurahan Taluak Kabuang. Tadi, mereka berdelapan, siswa dan mahasiswa. Memakai mukenah aneka warna.
Baca Juga:
- Khusyuknya Tarawih 20 Rakaat di Masjid Syarif Cindakir Teluk Kabung
- Selama Ramadan, Umat Diminta Jaga Prokes
- Masjid Legend Padang Panjang Itu Bermula dari Surau Jembes
“Saya dan anak-anak ini akan tadarus sampai pukul 11 tengah malam,” kata Susi Karmila (45) perempuan yang mendampingi mereka.
Masing-masing memegang Alquran. Tadarus dimulai dengan membaca Ibu Alquran dan seterusnya surah Al Baqarah.
Bacaan mereka dipancarkan dengan pelantang suara di menara masjid, berpendar ke se antero kampung. Suaranya seperti diayun angin, menuju laut.
Mereka yang berdelapan, silih berganti membaca ayat suci. Suara nan rancak, seperti juga tadarus di masjid lain di Sumbar.
Baca Juga Milenialisme.com
- Ramadhan Datang Hati Senang
- Maksimal Pembayaran THR H-1 Lebaran Idul Fitri
- Warga Padang Tak Boleh Balimau di Tempat Umum
Kegiatan tadarus kata warga setempat selalu ada tiap bulan Puasa dan akan selalu ada.
Tadarus adalah “tradisi” selama Ramadhan. Sepanjang bulan mulia ini, Alquran dikhatamkan.
“Biati wak mandanga anak gadih mengaji,”kata seorang warga setempat pada prokabar.com.
Dan memang, lantunan ayat suci itu, jadi irama indah menandai masuknya bulan suci. Hal serupa misalnya juga terjadi di beberapa masjid di Kuranji.
Tadarus, merupakan kegiatan membaca Alquran secara bergantian, sambung-bersambung. Yang lain kemudian menyimak, jika salah membetulkannya. (adh)
















