Ramadan

Masjid Legend Padang Panjang Itu Bermula dari Surau Jembes

Mesjid Zu'ama Padang Panjang, (foto: kominfo PP)

Dibaca : 290

Padang Panjang, prokabar – Surau Jembes, mungkin nama ini agak asing ditelinga sebagian masyarakat Kota Padang Panjang.  Tapi itulah cikal bakal sebuah masjid legend di kota itu.

Sekitar tahun 1990-an ada percakapan begini; Seorang amak-amak rajin benar pergi pengajian ke Mesjid Jembes.

Setiap pulang dari masjid itu,  dia selalu cerita pengalamannya. Sampai akhirnya gaek itu dipergarahkan seorang anak cucunya.

“Baa rajin bana mak mangaji ka Jembes?”
“Kajinya rancak”
“Baa rancaknyo?”
“santiang”
“Baa santiangnyo?”
“Gagah”
“Baa gagahnyo?”
“Ntah.. ndak tantu den..

Marah dia rupanya, gaek itu berturo-turo.

Tapi yang jelas, orang tua itu tetap saja pergi pengajian kesana, makin rajin.

Itulah salah satu ilustrasi panggilan yang teramat kuat dari Surau jembes itu kepada jamaahnya.

Banyak jamaah yang datang, tidak hanya dari Padang Panjang melainkan juga dari nagari-nagari di Batipuh X Koto. Tetap begitu sejak dulu.

Gaek itu hanya salah satu dari banyak orang dari luar kota yang rutin datang.

Surau Jembatan Besi adalah surau yang didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad pada tahun 1895.

Istilah penamaan Surau Jembatan Besi ini terinspirasi dari jembatan kayu beratap yang berada di dekat Surau tersebut.

Pada zaman penjajahan Belanda jembatan itu diganti dengan jembatan besi, disanalah Padang Panjang pertama kali memiliki jembatan besi.

Sehingga untuk memudahkan masyarakat mencari surau tersebut maka dinamailah dengan sebutan Surau Jembatan Besi.

Surau ini merupakan tempat berkumpul dan pusat perkumpulan para ulama dan zuama Islam dalam belajar dan menyebarkan agama Islam.

Hingga saat ini Surau tersebut dikenal dengan Masjid Zu’ama Jembatan Besi (Jembes) yang berada di Kelurahan Pasar Usang,

Penamaan Masjid Zu’ama Jembatan Besi ini dikarenakan telah banyaknya lahir ulama-ulama besar dalam menyebar pengajian Islam.

Sebut saja, dahulunya Ayah Buya Hamka atau Inyiak haji Rasul, bersama ulama terkemuka pernah memberikan khotbah Jum’at atau memberi ceramah pengajian disana.

Bahkan pada tahun 1911, pimpinan pengajian Surau Jembatan Besi dipegang Inyik Haji Rasul.

Semasa diasuh Inyiak Rasul, pengajian di surau ini, semakin maju. Pelajaran kitab Arab bertambah meningkat.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top