Ficky Tri Saputra
Satu persatu calon jemaah umbroh yang datang dari berbagai provinsi menyatu di maskapai Saudi Arabian Airline. Mesin pesawat yang akan membawa para tamu Allah ini kian menderu, dingin ac pesawat dan senyum ramah para pramugari di maskapai membuat para penumpang semakin nyaman melangkah di setiap kursi yang tertera di boarding pass masing-masing.
Tepat pukul 19.05 wib, pesawat siap tinggal landas, dari ruang kokpit pilot yang menerbangkan menyampaikan bahwa pesawat akan terbang ke tanah suci dan mendarat di bandara King Abdul Aziz Jeddah dengan waktu tempuh 10 jam.
Lantunan doa mulai mendengung di atas pesawat, beberapa pemilik travel mengajak jemaahnya untuk melangitkan doa agar perjalanan menuju tanah haram sampai dengan selamat.
Perjalanan panjang, di waktu malam kebanyakan jemaah memilih tidur, 10 jam berlalu, dari kejauhan cahaya di tanah suci mulai terlihat, langit kota Jeddah kian terang seiring ketinggian pesawat mulai diturunkan pilot, saat landing kian dekat, para tamu Allah ini kian gembira, tak sabar untuk sampai ke kota suci… “Ahlan Wa Sahlan,” ucap pilot dari dalam ruang kokpit.
Pengalaman baru bagi jemaah
Landing dengan selamat di kota Jeddah, ada yang sujud syukur karena sampai di tanah Arab, betapa tidak, yang selama ini hanya menjadi impian, kini mereka sudah sampai untuk menyampaikan asa harapan mereka di tempat-tempat mustajab di tanah suci.
Tidak saja pesawat dari Indonesia yang sampai, tapi umat muslim yang diundang Allah dari belahan bumi lainya juga sampai, satu persatu mereka melawati pemeriksaan imigrasi sebagai pintu masuk ke tanah suci.
Petugas imigrasi Arab Saudi ramah-ramah
Dari beberapa negara yang penulis masuki, mungkin hanya di Saudi Arabia ini petugas imigrasi yang ramah dan bisa senyum, bila dibandingkan dengan beberapa negara yang pernah penulis kunjungi mayoritas ketus dan tidak terlihat ramah apalagi senyuman yang keluar dari mulut mereka.
Pemeriksaan di imigrasi selesai, menandakan para tamu Allah ini sah
Memasuki tanah suci secara legal, Daeng Zoel Harmain yang menjadi pilihan kami untuk menjadi perantara pelaksanaan ibadah umroh selama full Ramadhan membawa kami ke bus yang akan membawa kami ke Madinah Almunawarah.
Jam 03.35 waktu Saudi, bus mulai bergerak setelah semua koper dan bagasi jemaah telah masuk ke dalam bus, Daeng Zoel bisa bernafas lega, setidaknya semua jemaah telah sampai di Arab Saudi dan siap melaksanakan ibadah yang nilainya beribu kali lipat apabila dilaksanakan di tanah air.
Enam jam perjalanan menuju Madinah, PT Daeng Zoel Harmain telah menyiapkan bekal untuk makan sahur jemaah di dalam bus, hal ini dilalukan sebagai bentuk layanan prima kepada jemaah.
Menuju ke Madinah disambut subuh, berhenti di salah satu rest area, hawa dingin sangat terasa, penulis lihat di hp ternyata suhu tercatat 10 derarat celcius, dingin, sangat dingin banyak jemaah yang belum pernah mendapati suhu sedingin itu. (*)
















