Padang, Prokabar – Devi Erawati, calon anggota legislatif (caleg) dari PKS untuk DPRD Provinsi Sumbar, Dapil 1 Kota Padang, menuai kecaman serta kritikan dari warganet usai sebuah potongan video dirinya yang menyebut Bungus sebagai “daerah terpencil” viral di media sosial Tiktok.
@zulkifli0896♬ suara asli – ZULKIFLI
Dalam video yang diunggah oleh akun @zulkifli0896 tersebut, Devi Erawati tampak tengah menyampaikan pendapat atau mengomentari suatu hal.
“Menurut ceritanya, ternyata mereka ini, bapak ini dari Bungus ya maklum ya. Kalau orang Bungus ya dari Padang itu pasti ya daerah terpencil agak jauh dari Kota Padang. Diajaklah jalan-jalan ke Padang, tentu senang dong mereka diajak jalan-jalan ke Padang. Katanya nanti mau diajak makan ke Lamun Ombak, tentunya mereka terima ajakan seperti itu,” katanya dalam penggalan video tersebut.
Sontak saja, potongan video tersebut memancing kecaman dari warganet yang tidak terima dengan pernyataan tersebut. Mereka menuntun agar Devi meminta maaf karena dinilai merendahkan daerah tersebut.
“Eee salah Ibuk ko ma. Wisata pantai di Bunguih nan rancak ma. Lamo di Timor Leste ibuk ko ma. (Eh salah ibuk ini, wisata pantai di Bungus paling bagus. Sepertinya lama di Timor Leste ibuk ini),” tulis pemilik akun Papa Armen di kolom komentar.
“Orang Padang saja pergi makan ke Bungus yang enak. Kacau,” tulis pemilik akun Zufridazuf
Sementara itu, menanggapi viralnya video tersebut, Devi Erawati memberikan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud memfitnah warga Bungus.
Devi menjelaskan bahwa ia hanya ingin mempersoalkan pernyataan Nova Zulmi Marni yang mengaku berasal dari Majelis Taklim Safari Dakwah Sumbar dan mengaku telah berpindah dukungan dari pasangan 01 ke 02.
Devi mengatakan bahwa ia dan tim pemenangan Anies-Cak Imin di Sumbar tidak pernah menemukan rekam jejak Nova sebagai pendukung 01.
“Saya sama sekali tidak pernah merasa memfitnah warga Bungus. Coba dengar baik-baik. Nova yang berasal dari Bungus. Di mana Bungus ini merupakan daerah yang jauh dari Kota Padang,” kata Devi dalam klarifikasinya yang dinukil dari Radarsumbar.com, Kamis (8/2).
Devi menegaskan bahwa ia hanya membahas Nova Zulmi Marni yang berasal dari Bungus, bukan memfitnah seluruh warga Bungus.
“(Saya) bukan memfitnah warga bungus. Rasanya clear yah,” tuturnya.
Berdasarkan penelusuran, Devi Erawati dikenal sebagai kader PKS yang aktif di media sosial. Ia juga pernah menjadi Ketua DPD Partai Garuda Sumbar dan maju sebagai calon DPD RI pada Pemilu 2019, namun gugur karena tidak memenuhi syarat. (*)
















