
Prokabar.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia memperkuat upaya pemulihan ekonomi bagi 638 pelaku UMKM terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat melalui program intervensi terpadu yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan kemudahan memperoleh pembiayaan.
Program bertajuk Pendampingan Penguatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Akses Pembiayaan bagi Wirausaha UMKM Terdampak Bencana tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Student Center UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membantu pelaku UMKM bangkit dari dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Melalui program tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu memulihkan aktivitas ekonominya, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Endrizal, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Rahmadi, serta perwakilan dinas yang membidangi UMKM dari Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Rahmadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Rektor UIN Bukittinggi yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pendampingan bagi ratusan pelaku UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat.
“Ucapan terima kasih kepada Ibu Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani yang telah memfasilitasi tempat acara di gedung ini dengan jumlah peserta sebanyak 638 pelaku UMKM yang terdampak bencana di Sumatera Barat,” ungkap Rahmadi.
Rahmadi menjelaskan, program pemulihan yang dikoordinasikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM dilaksanakan melalui tiga bentuk intervensi utama. Pertama, kemudahan akses pembiayaan yang menyasar 219 UMKM. Kedua, peningkatan kapasitas wirausaha bagi 255 UMKM. Ketiga, peningkatan akses pasar yang menyasar 164 UMKM.
Ketiga program tersebut dirancang secara terpadu untuk membantu pelaku usaha memperkuat kemampuan dalam mengelola bisnis, meningkatkan produktivitas, serta memperluas peluang pemasaran dan akses permodalan.
Melalui program kemudahan akses pembiayaan, pelaku UMKM mendapatkan penguatan pola pikir kewirausahaan, kesiapan usaha, serta pemahaman mengenai mekanisme memperoleh dukungan modal dari lembaga jasa keuangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis dan menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Sementara itu, peningkatan kapasitas wirausaha diarahkan pada penguatan kemampuan pengelolaan bisnis, adaptasi terhadap perubahan, dan pemanfaatan digitalisasi. Melalui proses inkubasi dan pendampingan, pelaku usaha didorong untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, memiliki nilai jual lebih tinggi, dan mampu bersaing secara berkelanjutan.
Adapun peningkatan akses pasar difokuskan pada perluasan peluang pemasaran produk, penguatan jejaring usaha, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai strategi meningkatkan peluang transaksi melalui Katalog Elektronik, termasuk penetapan harga, kelengkapan informasi produk, kualitas pelayanan, dan kecepatan merespons kebutuhan instansi.
Dalam upaya memperluas pemasaran, inkubator bisnis turut berperan menghubungkan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan mitra usaha melalui kurasi produk, mentoring, penguatan jejaring, serta fasilitasi pertemuan bisnis.
Kementerian UMKM juga mendorong optimalisasi layanan SAPA UMKM sebagai sarana informasi dan fasilitasi bagi wirausaha untuk mengakses layanan pengembangan usaha. Melalui layanan ini, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah memperoleh informasi, pendampingan, dan dukungan yang diperlukan dalam proses pemulihan pascabencana.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, dalam laporannya menyampaikan bahwa tantangan akibat bencana dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan yang diterima oleh pelaku UMKM di Regional 1 Sumatera Barat dapat menjadi peluang untuk naik kelas ketika berhasil melewati ujian atau tantangan, seperti dampak bencana banjir beberapa bulan yang lalu di Sumatera Barat. Melalui upaya pemulihan ekonomi dan semangat masyarakat untuk bangkit lewat usaha UMKM, bukan tidak mungkin pelaku UMKM dapat mencapai kehidupan yang makmur dan sejahtera,” ujar Endrizal.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani menyambut baik pelaksanaan program pendampingan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui program pemulihan UMKM merupakan langkah penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat.
“Semoga Bapak dan Ibu yang hadir dalam acara ini dapat menjadi pelaku usaha UMKM yang sukses dan berhasil. Sehingga bantuan dari pemerintah kepada Bapak dan Ibu semuanya dapat bermanfaat dalam pemulihan ekonomi,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Ia juga menekankan pentingnya pemulihan UMKM yang dilaksanakan secara terintegrasi agar pelaku usaha tidak hanya kembali menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan meningkatkan produksi.
“Perlunya pelaku usaha UMKM dilakukan secara terintegrasi agar pelaku usaha tidak hanya mampu menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, serta meningkatkan produksi usaha,” ungkap Prof. Silfia Hanani.
Melalui program intervensi terpadu tersebut, Kementerian UMKM berharap seluruh UMKM sasaran dapat kembali menjalankan kegiatan usaha, meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, memperluas akses pasar, serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memperoleh pembiayaan.
Pemulihan ini tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi usaha seperti sebelum bencana, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk tumbuh menjadi wirausaha yang tangguh, adaptif, produktif, dan berdaya saing.

Sebelum acara ditutup, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Rahmadi, menyerahkan plakat penghargaan kepada Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani sebagai bentuk apresiasi terhadap program Kementerian UMKM RI.
















