Keren, Tim Inovasi Semen Padang Raih Penghargaan Tertinggi di Dubai

Penulis -

Rabu, 12 Desember 2018 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — PT Semen Padang meraih prestasi tertinggi dalam ajang Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference yang ke-24 di Abu Dhabi. Semen Padang yang diwakili Tim Lift Blade menyabet 3 Star dalam ajang yang dihelat pada 10 hingga 12 Desember tersebut.

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri mengungkapkan  kebanggaannya atas prestasi yang diraih tim inovasi Semen Padang tersebut. Terlebih, selama ini PT Semen Padang sangat mendorong upaya-upaya untuk melahirkan inovasi di perusahaan selama ini. 

“Kami dari manajemen sangat bangga atas prestasi tinggi ini, semoga menginspirasi para mahasiswa, pelaku-pelaku usaha, dan juga masyarakat luas,” kata Yosviandri.

Menurut Dirut Semen Padang, keberhasilan yang diraih PT Semen Padang ini juga bisa memicu gairah berinovasi di sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat Sumbar. 

Tim Semen Padang yang berangkat ke Abu Dhabi itu beranggotakan, Hendrio Harmel dari staf AFR dan Evaluasi Proses, Heriyanto dari staf AFR dan Evaluasi Proses, Beni Aldi Sakti, Indra Nasrun, Ferdi Niko dari Biro Persediaan, dan Agus Rianto dari Biro Pengadaan Jasa.

Sebelumnya, Haryanto, salah seorang anggota Tim menjelaskan Inovasi yang dibawa untuk ajang berkompetisi di ajang internasional itu merupakan hasil dari modifikasi Forklif (truk industri bertenaga yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material jarak pendek) dengan menambahkan alat yang mereka sebut Life Blade di atas dua pengait seperti garpu yang ada di Forklif tersebut.

Dengan Life Blade yang berbentuk sendok dan diletakkan diatas dua mata “garpu” Forklif maka kerugian yang selama ini disebabkan karena kerusakan akibat ujung dari “garpu” yang merobek (merusak,red) kertas krep saat proses bongkar muat di pengepakan semen dapat dihindari bahkan di klaim 100 persen tidak ada kerusakan lagi karena inovasi tersebut.

“Inovasi ini berangkat dari pemikiran bagaimana kerusakan saat proses angkut barang, terutama untuk pengangkutan meterial gulungan kertas yang memiliki berat ratusan kilo sebagai bahan untuk pengepakan semen sebelum dipasarkan dapat di atasi, sehingga efisiensi biaya juga dapat dilakukan, walaupun alat ini terlihat sederhana,” katanya.

Inovasi ini telah digunakan secara rutin di pabrik PT Semen Padang sejak satu tahun terakhir, setelah selesai dikembangkan oleh tim tersebut pada Desember 2017. Dari hasil penggunaan alat yang dibuat seharga Rp7 Juta itu, saat ini PT Semen Padang terutama dari Departemen Produksi dapat menghemat minimal Rp90 juta setiap bulan.

“Hal ini karena tidak ada lagi kertas yang terbuang, selain itu biaya-biaya lainnya seperti biaya angkut, efektifitas kerja, hingga keamanan menunjukan kearah positif,” jelas Haryanto.

Untuk diketahui, APQO adalah organisasi otonom, non-politik, nirlaba, ilmiah dan teknis di wilayah Asia Pasifik yang ditetapkan Dewan Inti. Asia Pasifik termasuk negara-negara di Asia dan yang terletak di dekat Lingkar Pasifik. Organisasi yang berusia lebih dari 30 tahun berisikan negara-negara seperti Australia, Kanada, Chili, Cina, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Meksiko, Nepal,

Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Vietnam. Ajang ini diikuti oleh 29 tim dari 6 negara yakni, Indonesia, Singapura, Malaysia, UEA, Srilanka, dan India. Dari Indonesia juga berpartisipasi, PT. Pertamina, PT. Pelindo II, PT. Pupuk Kaltim, PT. Krakatau Tirta Industrial. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB