Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Penulis -

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapura, Prokabar — Delapan kepala daerah yang mengikuti 2nd Rising Fellowship mendapat pengalaman yang bermanfaat selama mengikuti program selama lima hari di Singapura.

Selain mendapat masukan dari para pejabat tinggi Singapura, para peserta melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran menyampaikan kesan-kesan saat mewakili delapan kepala daerah pada acara penutupan program di Kementerian Luar Negeri Singapura, Jumat (9/3).

Program 2nd Rising Fellowship dibuka Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing dan ditutup oleh Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan. Ikut hadir pada acara penutupan Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri Sim Ann.

“Kami sungguh merasa bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti program ini. Di luar dugaan, kami bisa mendapat kesempatan untuk bertukar pikiran langsung dengan Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong dan juga menteri-menteri Singapura. Kami bisa melihat bagaimana para anggota parlemen Singapura bertemu dengan para konstituen secara rutin. Kami juga berkesempatan untuk melihat bagaimana Singapura mengembangkan teknologi dan penataan kotanya,” kata Fadly.

Walikota Padang Panjang menjelaskan, kita yang dipimpinnya jumlah penduduknya hanya 60 ribu jiwa. “Dari program ini, saya banyak belajar dan mendapatkan ide bagaimana selanjutnya membangun daerah kami,” ujar Fadly.

Tujuh kepala daerah yang mengikuti program secara penuh adalah Walikota Makassar M Ramdhan Pomanto, Bupati Banyumas Ahmad Hussein, Bupati Banggai Amirudin Tamoereka, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandiani, dan Bupati Tegal Umi Azizah. Pada saat pembukaan pada Senin lalu sempat hadir Wagub Bali Tjokorda Oka Artha, yang harus kembali karena ada tugas di daerahnya.

Menteri Luar Negeri Singapura menjelaskan, program Rising Fellowship digagas oleh Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong pada 2018. Tujuannya untuk membuat platform yang memungkinkan para pemimpin muda saling bertemu dan berbagi pengalaman, sehingga bisa membangun sikap saling percaya di antara kedua bangsa.

Program pertama sudah dilaksanakan pada 2019, tetapi terhenti karena pandemi Covid-19. Vivian mengharapkan, program ini bisa terus berlanjut karena akan memberikan manfaat bagi peningkatan hubungan di antara kedua negara.

Menlu Vivian mencatat tiga hal yang harus menjadi perhatian bersama ke depan. “Pertama adalah tantangan global yang penuh ketidakpastian. Tantangan ini hanya bisa dihadapi kalau kita bekerja sama,” kata Vivian.

Kedua adalah potensi besar yang dimiliki Indonesia, mulai dari penduduk muda yang besar, sumber daya alam yang melimpah, dan potensi ekonomi digital yang juga besar. “Singapura ingin menjadi partner yang bisa mengoptimalkan semua potensi tersebut,” tambah Vivian.

Ketiga perlunya meningkatkan hubungan di antara warga sehingga tercipta saling percaya yang semakin kuat.

“Hubungan di antara kedua bangsa tidak cukup hanya pada level pemerintah dan bisnis, tetapi yang tidak salah pentingnya bagaimana warga di antara kedua bangsa bisa jauh lebih saling mengenal,” tutup Menlu Singapura.

Pada saat pembukaan Menteri Pendidikan Chan Chun Sing melihat perlunya kedua bangsa untuk terus membangun persahabatan.

“Kita berharap anak-anak Indonesia tidak hanya mengenal Orchard Road, sebaliknya anak-anak Singapura tidak hanya tahu Jakarta atau Bali saja,” kata Menteri Chan Chun Sing yang pernah mengikuti pendidikan perwira dan bertugas selama dua tahun di Indonesia.

Saat Kamis bertemu Wakil PM Lawrence Wong, para kepala daerah menyatakan keinginan untuk meningkatkan hubungan dengan Singapura. Wakil PM menyampaikan, hubungan Indonesia dan Singapura berjalan sangat baik. Pada level pemerintahan banyak inisiatif kerja sama yang dilakukan.

“Pemerintah tentunya tidak bisa langsung melakukan kegiatan bisnis. Dunia usaha yang melakukan itu. Tetapi pada level Pemerintah, kami akan selalu siap untuk memfasilitasi,” kata Lawrence Wong.

Bahkan lebih dari investasi, Singapura siap untuk membantu promosi investasi dan pariwisata dari setiap daerah di Indonesia. Selain ini Singapura bisa menjadi pasar bagi produk-produk Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI
Presiden Jokowi Tiba di Moskow
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB