Seoul, Prokabar – Banjir di Korea Selatan menyebabkan kota Seoul dan sejumlah wilayah di sekitarnya lumpuh sejak Senin (8/8).
Setidaknya sembilan korban jiwa dan tujuh orang dinyatakan hilang dalam insiden banjir di Korea Selatan tersebut.
Beruntung, terkait kondisi tersebut tidak ada warga indonesia yang menjadi korban atau terdampak akibat banjir di Korea Selatan tersebut.
Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI mengatakan, pihak KBRI di Seoul sudah berkoordinasi dengan otoritas di sana untuk menghubungi WNI yang terdampak.
“Bersama otoritas setempat, pihak KBRI sudah menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia di wilayah terdampak,” ujarnya dilansir Rabu (10/8).
Baca Juga : Penanganan Virus Corona; WHO Nobatkan Korea Selatan Sebagai Juara, Indonesia?
Dari data KBRI Seoul, setidaknya saat ini terdapat 36.399 warga Indonesia yang menetap di ibu kota Korea Selatan tersebut.
“Kita minta masyarakat indonesia di sana (Korsel) untuk selalu memantau informasi serta petunjuk dari otoritas setempat,” sambungnya.
Sementara itu, untuk informasi lebih lanjut masyarakat juga dapat menghubungi Hotline KBRI Seoul di nomor +8210-5394-2546.
Sebelumnya, curah hujan cukup besar melanda Seoul dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Berdasarkan informasi, curah hujan tersebut merupakan yang terbesar dalam 80 tahun belakangan yang terjadi di Seoul.
Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya banjir besar di sebagian daerah di Provinsi Gyeonggi dan Gangwon.
Hujan lebat membanjiri rumah, kendaraan, gedung, dan stasiun kereta bawah tanah. (*/pk)
















