Jakarta, Prokabar — Gerakan Seribu untuk Indonesia (GSUI) terus melancarkan misi sosialnya dalam melawan pandemi covid-19. Setelah aksi penyebaran disinfektan, sembako dan masker di sejumlah kota berzona merah, GSUI kembali menyasar masyarakat terdampak.
Salahsatunya pekerja di bidang pariwisata seperti petugas hotel yang kena PHK.
“Penyumbang terbesar devisa negara adalah sektor pariwisata. Situasi seperti ini bidang ini terdampak besar. Banyak karyawan hotel dan unsurnya dirumahkan. Kita ingin melengkapi usaha pemerintah dengan memberi bantuan bagi mereka yang terdampak,” ujar Muhanto Hatta, Ketua GSUI dalam diskusi bersama awak media.
Menurut pria yang akrab disapa Ancho ini, GSUI akan terus menggalang dana untuk diserahkan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi.
“GSUI masih membuka rekening untuk donatur yang ingin membantu saudara-saudara kita. Dengan gotong royong semua kesulitan yang kita hadapi selama pandemi bisa dilewati,” jelasnya.
Selain menyasar pekerja di bidang pariwisata yang terdampak, GSUI juga menyikapi rencana menerapan New Normal di Indonesia.
“Seperti yang sudah disampaikan Pak Presiden, ada penormalan baru. Kita sebagai rakyatnya, manusia Indonesia harus mengantisipasi rencana ini. Harus bagaimana dan seperti apa penerapannya,” beber Ancho.
“Selain jaga jarak, pakai masker dan disiplin menjaga kesehatan, harapannya kita lebih bersemangat mengangkat Indonesia lebih sehat lagi. Apalagi sebentar lagi momen HUT kemerdekaan RI sudah di depan mata,” ujarnya menambahkan.
Meski dirasa sangat sederhana, penerapan New Normal dibutuhkan kedisplinan kuat dan kesadaran dari masyarakat.
“Perlu sosialisasi dan edukasi yang senantiasa digaungkan kepada masyarakat,” anjur Kris Tjantra selaku Bendahara GSUI. (beb)
















