Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Diskusi Daring Kemdikbud dan KOPHI : Seruan ‘Saatnya Bangkit Bersama’

Dibaca : 145

Jakarta, Prokabar – Enam bulan berlalu, pandemi covid-19 belumlah sirna dari negeri ini. Semua lini aktivitas masyarakat masih dibatasi termasuk dunia hiburan yang tak tahu akan bertahan sampai kapan.

Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, Kemdikbud dan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KOPHI) mengajak pelaku pekerja seni duduk bersama mencari solusi di acara diskusi daring ‘Saatnya Bangkit Bersama’.

Diskusi yang dihadiri Edi Irawan (Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik), Candra Darusman (Musisi), Harry ‘Koko’ Santoso (promotor musik) Firman Bintang (wartawan senior) dan dipandu dua moderator, Benny Bengke serta Edo Maitreyav mencari solusi secara bersama atas persoalan yang terjadi.

Mereka sama-sama menyiapkan strategi jangka pendek dan panjang secara bersama untuk melakukan upaya recovery atas krisis yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19

Menurut Edi Irawan Kapokja, di masa pandemi ini memaksa semua orang untuk kreatif dan mengajarkan untuk bersama bangkit kembali dalam kehidupan.

“Khususnya masalah ini, tapi umumnya adalah permasalahan musik Indonesia yang memang luar biasa besarnya. Kita mau duduk bersama saja susah selama ini,” ujar Edi Irawan mewakili Kemdikbud.

Hal senada pun disampaikan Harry ‘Koko’ Santoso, sebagai pengamat musik dan promotor, ada tiga hal yang bisa dilakukan pekerja seni khususnya musik bisa bangkit dalam berkarya.

“Pertama, protokol kesehatan membutukan lahan yang cukup besar untuk grup musik tampil baik pemula maupun yang punya nama-nama besar seperti Slank, Efek Rumah Kaca, Fourtwenty, Dewa dan GIGI serta masih banyak lagi,” ungkapnya.

“Kedua, diberi kemudahan serta kelonggaran bahkan harapan tempat-tempat fasiltas-fasilitas pemerintah daerah dari Sabang sampai Merauke. Seperti memberikan tempat untuk kita tampil bermusik,” ucapnya.

“Terakhir, kami berharap adanya kemudahan dari Pajak Tontonan Orang (PTO) dan yang berkaitan dengan fasilitas-fasiltas perizinan keramaian semoga bisa diberikan kemudahan, sekali lagi kalau perlu diberikan secara mudah, cepat agar kita semua tetap bisa melakukan kegiatan,” ujarnya menambahkan.

Diakui Firman Bintang (pengamat dan produser film) saat ini ketika bioskop ditutup atas nama menegakkan protokol kesehatan, cobaan produser film dan pemilik bioskop, makin besar.

“Kita harus bergandengan bersama, dan saling membangkitkan, demi tetap bertahan di kondisi yang sangat tidak mudah ini. Sekaligus momentum Covid-19 ini jadikan cerminan, jangan sampai kita kehilangan semangat, sekaligus kreatifitas. Karena mata uang yang sebenarnya dalam industri ini adalah kreatifitas,” jelas Firman Bintang. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top