Ramadan 1440 H

Tiket Pesawat Selangit, Perantau Minang Pulang Kampung dengan Bus

Padang, Prokabar – Harga tiket pesawat yang masih selangit, perantau Minang lebih memilih menggunakan bus dan kendaraan pribadi untuk mudik.

Hingga minggu kedua Ramadan, sudah ada empat organisasi perantau yang menyatakan pulang kampuang bersama dengan menggunakan 1.000 bus.

Empat organisasi perantau tersebut, yakni Sulik Air Sepakat (SAS). Khusus SAS sudah melaporkan akan pulang bersama dengan 1.000 unit mobil.

Kemudian, Ikatan Keluarga Kamang Barat, Nagari Koto Aur Malintang Padang Pariaman dan Ikatan Keluarga Kamang Saiyo.

Kepala Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda memprediksi perantau pulang kampung lebaran tahun ini kurang dari sebelumnya. Berkurangnya perantau itu dipengaruhi tingginya harga tiket pesawat.

“Kami yakin mahalnya tiket pesawat berpengaruh kepada arus dan minat pulang kampung perantau. Namun sebagian ada yang beralih ke jalur darat menggunakan bus dan mobil pribadi,” ujarnya, kemarin.

Diperkirakan, jumlah perantau pulang kampung pada lebaran kali ini bisa mencapai 100 ribu orang lebih. Jumlah itu bisa saja bertambah seiring dengan mendekatnya waktu lebaran.

Menurut Budi, pulangnya perantau sangat membantu perekonomian kampung. Terutama dari putaran perekonomian selama libur lebaran. Diperkirakan mencapai triliunan.

“Kalau kita hitung bisa triliunan uang yang berputar di Sumbar selama libur lebaran. Sekali pulang perantau akan belanja, wisata belum lagi berbagi THR kepada sanak pamili,” sebutnya.

Dia berharap, perantau yang mudik bisa melihat peluang investasi di daerah. Paling tidak investasi di masing-masing nagari tempat asal mereka. Kemudian pemerintah daerah harus menyembut perantau dengan pergelaran kebudayaan di masing-masing kabupaten/kota.

“Daerah harus menghibur dan menyuguhi kesenian di masing-masing daerah, mereka ini jarang pulang, haus akan kesenian lokal tempat mereka dilahirkan,” katanya.

Terakhir disampaikannya, Pemprov Sumbar sedang menyusun sejumlah program untuk meningkatkan partisipasi rantau bagi kampung. Seperti melibatkan langsung perantau dalam program nagari.

“Kita inginkan kontribusi rantau, bisa melalui investasi di daerah. Mereka terlibat dalam pembangunan dan jaringan untuk kemajuan nagari,” tukas Budi. (*/mbb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top