Sejarah

Sarungan, Cara Melawan Kompeni

Ilustrasi (Sang Kyai)

Dibaca : 138

Padang, Prokabar – Ulama atau santri sarungan, merupakan lanjutan tradisi melawan kompeni Belanda.

Waktu penjajah memakai pentalon, santri sarung. Belanda pakai sepatu, santri pakai tangkelek.

Sarung bermula dari  Yaman dan masuk ke Indonesia abad 14. Di Yaman sarung disebut futah, izaar, wazaar atau ma’awis.

Sudah lama sarung jadi pakaian muslim. Bahkan juga untuk pernikahan. Sarung termah di zamannya dibuat di Bugis.

Ramadhan yang kian dekat ini adalah saat sarung laris manis. Bukan lagi untuk melawan kampeni tapi untuk beribadah dan gaya.

Banyak sekali kaum pria kala santai memakai sarung. Maka di Indonesia sarung bukan hal baru. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top