Nasihat Angku Yus: Indahnya Surau Hilang sejak Orde Lama

Penulis -

Jumat, 3 September 2021 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angku Yus Datuak Parpatiah tengah saat mengisi materi tentang surau dalam program Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, Kamis (2/9)

Angku Yus Datuak Parpatiah tengah saat mengisi materi tentang surau dalam program Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, Kamis (2/9)

Prokabar.com, Agam – Pemuda Minangkabau sebelum orde lama dan orde baru masih merasakan indahnya surau.

Masa-masa itu adalah yang terakhir generasi Minangkabau mendapatkan pendidikan dari Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai.

Tokoh adat Minangkabau Angku Yus Datuak Parpatiah kembali bernostalgia saat memberikan materi implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah bagi masyarakat Milenial.

Angku menyampaikan materi itu saat mengisi program Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat (BPNB) dengan tema menyapa Nagari 2021, Kamis (2/9).

“Di masa itu, Surau masih dapat kami rasakan dan nikamti. Kerasna pendidikan serta indahnya kebersamaan orang tua beserta Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai,” cerita Angku Yus.

Pelantun Piataruah Ayah ini melanjutkan, di masa mudanya, Tigo Tungku Sajarangan ini melatih para pemuda untuk mandiri dan cerdas menjalani hidup.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berbeda dengan sekarang, pemuda cengeng dan manja, perengek, meminta-minta, bahkan bermental pengemis dalam menjalani hidup.

Sikap pemuda yang seperti ini mulai sejak orde lama dan orde baru.

Tatanan kehidupan masyarakat kacau karena pemberontakan PRRI dan PKI.

Peran Surau hilang karena peran Tigo Tali Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan sudah tak terlihat.

“Roh surau itu terletak pada Tigo Tali Sapilin, Tungku Tigo sajarangan, siapa mereka? mereka adalah Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai,” ungkap Angku Yus.

“Ketika satu saja di antara mereka tidak berperan atau melenceng, hancur Minangkabau dalam suatu nagari,” lanjutnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Surau sebelum Order Lama

Pria yang juga seorang sastrawan ini kembali bercerita, di Surau, pengkaderan tongkat estafet berjalan secara baik dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pemuda tak belajar secara formal, mereka belajar sendir dengan menelaah dan mencari secara mandiri.

Bahkan kepekaan berpikir pada eranya sangat kuat. Mencontoh, bersikap elok, serta berupa sopan santun.

“Nan baik budi, nan indah bahaso,” katanya lagi.

Di sini, lanjutnya, Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan itu saling menguatkan dan mengisi prinsip hidup masyarakat dengan pedoman Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Namun, budaya ini semakin sirna dan seakan-akan menjauh dari kehidupan masyarakat Minangkabau.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Jati diri mereka hilang sehingga jauh dari prinsip hidup dan tuntunan menjadi Minangkabau yang kental dalam beragama Islam an Surau sebagai wadah pemersatu.

“Mereka seakan bercerai-berai dengan pola hidup baru, pola pendidikan modern atau sekolah formal, teknologi modern dan hingga saat ini anak-anak dan remaja sudah sibuk bermain game online,” keluh Angku Yus.

“Persoalan ini hampir terjadi di seluruh pelosok negeri. Anak-anak jauh dengan kearifan dan keelokan budaya karena dunia dalam genggaman jari mereka.”

“Kesombongan datang dan budaya lokal mereka anggap kuno, kolot, dan tidak bermanfaat lagi.”

“Ini seakan ada upaya penghancruan jati diri bangsa dan harus kital lawan dengan segenap kekuatan,” ajaknya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB