Catatan Singkat Bencana Alam Di Danau Maninjau

Penulis -

Senin, 8 Februari 2021 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Danau Maninjau, terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Alam yang sangat indah dimiliki di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Kampung halaman dari Buya Hamka, Rasuna Said dan A. R. Sutan Mansur. Keindahan alamnya sudah termashur sejak dulu kala. Hingga Buya Hamka berkata, “Saya sangat terkesan pada desa kelahiran saya. Saya sudah sering keliling dunia, tapi rasanya tidak ada pemandangan yang seindah Maninjau. Desa itu pun mempunyai arti penting bagi hidup saya. Begitu indahnya seakan-akan mengundang kita untuk melihat alam yang ada dibalik pemandangan itu.”

Dibalik keindahan ini tidak lepas dari beragam persoalan yang terjadi. Bencana alam longsor, banjir bandang dan tubo belerang di Danau Maninjau silih berganti tiap tahunnya.

Bencana longsor besar terjadi pada 1979-1980, sempat berdampak pengusian besar-besaran pada saat itu. Sekitar 50 jiwa meninggal dunia dan ratusan warga sempat diungsikan dengan program imigrasi atau transmigran ke Pasaman Barat dan Dharmasraya.

Hingga saat ini, yang mendapat tempat di daerah transmigran itu ada yang bertahan dan sukses menjalankan hidup. Sebagian besar lainnya ada kembali ke kampung halaman, ada pula mencari peruntungan ke Pulau Jawa dan Riau.

Baca Juga :  Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Bencana alam kembali terjadi pada Tragedi Gempa Bumi melanda Provinsi Sumatra Barat pada 2009. Sebanyak 864 Kepala Keluarga penghuni di Selingkar Danau Maninjau, sempat mengungsi ke daerah lebih aman. Tidak hanya rumah atau harta benda, ada pula korban jiwa.

Bencana Longsor juga terjadi di Data Kampung Dadok, Nagari Sungai Batang. 17 orang jiwa meninggal dunia, kerugian materil mencapai 8 milyar rupiah. 50 orang warga diungsikan menghindari longsor susulan.

Lagi, bencana longsor juga terjadi di Jorong Galapung, Nagari Tanjung Sani dan sempat terjadi secara berulang kali, 2019 dan 2020. Bencana longsor dipicu cuaca ektrim hujan lebat disertai angin kencang. Meski tidak ada korban jiwa, namun wacana pengungsian kembali diberikan Pemerintah Daerah kepada warga setempat. Namun ajakan itu tidak mendapat kesepakatan dengan alasan sumber kehidupan dan sudah pilihan hidup warga setempat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Selain bencana alam berupa longsor atau banjir bandang, Bencana Alam Kematian Massal Ikan Keramba Jaring Apung (KJA) juga bagian sorotan publik yang tidak hanya skala nasional lagi, bahkan sudah Dunia.

Sejarah singkat KJA berawal seorang sarjana perikanan salah satu Universitas ternama di Sumatera Barat menggagasnya pada 1990. Usaha perikanan itu ternyata berhasil menggantikan perkebunan pala dan cengkeh yang sempat jaya di Selingkar Danau Maninjau.

Kematian massal tanaman cengkeh dan pala beralih kepada keramba jaring apung, membuat perekonomian masyarakat Selingkar Danau Maninjau kembali bangkit. Masyarakat mulai berbondong-bondong menanamkan modal usaha perikanan ini.

Namun setiap usaha jelas memiliki tantangan dan cobaan. Seperti Bencana tubo belerang. Sejak 1995-an, kematian massal ikan KJA akibat keracunan sudah berlansung. Akan tetapi keuntungan yang menggiurkan, tetap membuat semangat mssyarakat bertahan di perikanan ini.

Bahkan menurut penelitian LIPI, melampaui 20 ribu KJA yang katanya kapasitas hanya 6 ribu saja. Sisa pakan ikan bertumpuk di permukaan dasar danau, dan semakin memperburuk pencemaran Danau Maninjau.

Baca Juga :  Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik

Menurut M. Badroji salah seorang tenaga ahli LIPI, Danau Maninjau adalah tambang emasnya masyarakat. Namun pemanfaatannya harus tetap menjaga kelestarian alam. Di satu sisi, pemanfaatan ke darat, terjadi keterbatasan lahan yang juga dikelilingi Cagar Alam Maninjau. Hutan lindung dan Cagar Alam Maninjau jelas tidak diperbolehkan memasuki dan memanfaatkan sebagai lahan perkebunan.

Alam nan indah dengan keberagaman hayati, panaroma memukau menjadi pemikat Destinasi Wisata unggul. Bahkan masih dianggap paling unggul ketimbang daerah wisata yang ada di Sumatera Barat atau di Tingkat nasional.

Selain Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka salah satu destinasi diminati wisatawan domestik dan negara tetangga (Malaysia, Singapora dan Brunai Darussalam), Bunga Rafflesia dan Danau Maninjau juga diminati Tourism Eropa dan Amerika Serikat.

Potensi ini hendaknya harus dioptimalkan sebagai pendamping atau peningkatan ekonomi, sosial budaya masyarakat. Semoga, potensi ini dapat dimaksimalkan masyarakat bersama pemerintah daerah dan perantau Minang. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Berita Terbaru