Pemilu 2019

Putusan DKPP, KPU Tanah Datar Terbukti Melanggar Kode Etik Pemilu

Tanah Datar, Prokabar — Masih ingat dengan surat suara yang tercecer di kabupaten kampar. Terkait kasus tersebut, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan KPU Tanah Datar terbukti  melanggar kode etik pelaksana pemilu.

Ketua Bawaslu Tanah Datar mengatakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memberikan sanksi berupa peringatan kepada ketua dan anggota KPU Tanah Datar.

“DKPP memutuskan KPU Tanah Datar terbukti melanggar kode etik pemilu.  Sanksinya, peringatan,” ucap Hamdan saat dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (9/10).

Lebih lanjut Hamdam mengatakan, sanksi peringatan oleh DPPP tidak hanya diiberikan kepada ketua KPU Tanah Datar, melainkan juga kepada 4 anggota KPU lainnya.

“Sanksi diberikan kepada teradu 1  hingga teradu 5 anggota KPU. Teradu satu yakninya ketua KPU Tanah Datar, ” tambah Hamdan.

Dalam salinan putusan DKPP dituliskan berdasarkan penilaian atas fakta dalam persidangan, Teradu I, II, III, IV dan V terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku pemilu. Berdasarkan hal tersebut, DKPP memutuskan mengabulkan pengaduan para pengadu (Bawaslu) dan menjatuhkan sangsi peringatan kepada Teradu I Facrul Rozzy, Teradu II Henni Sari, Teradu III Fitri Yenti, Teradu IV Erlonadi, dan Teradu V Tomas Hendriko.

Sementara itu, ketika hendak dimintai tanggapannya atas hasil putusan DKPP tersebut, Ketua KPU Tanah Datar Facrul Rozy tidak mengangkat sambungan telpon reporter prokabar.com. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top