KPU Sumbar Gelar Diseminasi Hasil Riset Kepemiluan 2019

Penulis -

Minggu, 22 Desember 2019 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat menggelar deseminasi riset pemetaan persepsi atas penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada pemilu 2019 di Pangeran Beach Hotel, Minggu (22/12).

Komisionar KPU Sumbar, Gebril Daulai, S. Pt, M. Ikom mengatakan pada level pendidikan tertentu (tidak sekolah/lulusan SD dan SMP) kesamaan agama sangat mempengaruhi alasan pemilih untuk memilih pemimpin.

“Pemilih dari semua kelompok usia dan jenjang pendidikan menjadikan visi, misi dan program untuk menentukan pilihan, terutama dalam kelompok usia muda dan jenjang pendidikan sarjana” kata Gebril yang sekaligus jadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berdasarkan hasil yang dilakukan riset KPU, tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kebutuhan media sosialisasi. Pemilih dengan tingkat pendidikan rendah dan semakin tinggi usia lebih membutuhkan sosialisasi dalam bentuk interaksi langsung melalui forum warga, sebaliknya semakin tinggi pendidikan dan semakin muda usia pemilih media sosialisasi yang dibutuhkan lebih cenderung pada media yang bersifat personal dan interaktif.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Berdasarkan hasil riset KPU , 47,67 persen Responden berpendidikan SMA. Data responden ini merupakan tertinggi dibandingkan SMP, Sarjana dan sd/tidak sekolah yang secara berturut-turut yaitu 20,82 persen, 16,99 persen dan 14,52 persen”, Ujarnya.

“Penyebaran hoax dan hate speech yang masif dalam pemilu 2019 tidak mempengaruhi rasionalitas pemilih di Sumatera Barat” ujar pria yang pernah menjadi jurnalis padang exspres tersebut.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dosen Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP) yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut, Eka Vidya Putra mengatakan teknis pemilu, sosialisasi yang dilakukan oleh KPU dinilai efektif. Sementara substansi pemilu masih perlu penguatan.

“Substansi pemilu terkait dengan pendidikan politik,” ujarnya. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu menjadi perhatian ke depan bagi KPU,” ujarnya.

Ia juga mengatakan Generasi X (usia 37-48 tahun) adalah pemilih yang rasional di Sumbar. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB