Membangunkan Sahur Mesti Santun

Penulis -

Sabtu, 24 April 2021 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Membangunkan sahur masyarakat merupakan salah satu tradisi yang tak bisa dilepaskan dari bulan suci Ramadan.

Namun, membangunkan sahur haruslah disampaikan dengan cara-cara yang santun, baik, dan sopan, agar keutamaan dan keberkahan tetap terjaga.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh. Agus Salim dilansir dari laman Kemenag, Sabtu (24/4).

“Membangunkan sahur itu adalah perbuatan baik, tapi juga perlu dilakukan dengan cara yang santun dan baik untuk menambah kualitas kebaikan itu sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat membangunkan sahur perlu juga memperhatikan hak kepentingan pribadi orang lain.

“Jangan sampai mengganggu hak-hak orang lain. Misalnya orang yang sedang sakit, punya bayi atau anak kecil, atau pun warga non muslim.” ungkapnya.

Menurutnya, ini sejalan dengan semangat moderasi beragama yang dalam beberapa tahun terakhir didengungkan Kemenag.

“Bahkan dalam diskursus moderasi agama tentu saja tidak hanya milik tradisi Islam, tapi juga untuk agama lainnya, ” tutur Agus.

“Dengan kemajemukan dan multikultur masyarakat Indonesia, maka pentingnya implementasi moderasi beragama di tengah kemajemukan masyarakat untuk merawat harmoni antar agama dan tradisi kebudayaan masyarakat setempat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Subdirektorat Kemasjidan Fakhry Affan mengungkapkan, sejak tahun 1978 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah mengeluarkan tuntunan penggunaan pengeras suara.

Intruksi tersebut tertuang dalam KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musalla.

“Takmir masjid juga harus tegas mengatur penggunaan alat pengeras suara atau Toa masjid, misalnya untuk membangunkan sahur pada pukul 02.30 – 03.00 dan 03.30, durasi penggunaannya cukup satu menit, dengan suara yang baik dan cara yang baik,” ujarnya

Menurut Fakhry, disinilah pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Islam rahmatanlil alamin di tengah kompleksitas kehidupan keagamaan baik masyarakat perdesaan maupun perkotaan, sebagai jalan moderat yang diejawantahkan dalam Pancasila sebagai nilai-nilai moral publik. (*)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera
Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda
Tanah Haram Kami Rindu (3)
Tanah Haram Kami Rindu (2)
Tanah Haram Kami Rindu (1)
Deddy Mizwar Beri Pesan Moral Mendalam Lewat Sinetron “Lorong Waktu”
Cut Syifa Antusias Perankan Tokoh Utama di Sinetron Terbaru SCTV “Cinta Di Ujung Sajadah”
Main FTV Ramadan SCTV, Eza Gionino Alami Perjalanan Spiritual

Berita Terkait

Rabu, 19 Maret 2025 - 00:18 WIB

#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera

Sabtu, 15 Maret 2025 - 23:44 WIB

Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda

Rabu, 12 Maret 2025 - 14:04 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (3)

Selasa, 11 Maret 2025 - 06:17 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (2)

Senin, 10 Maret 2025 - 15:06 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (1)

Berita Terbaru

Christian Pulisic, kapten tim AS melawan Paraguay (foto: AP)

Piala Dunia 2026

Gulung Paraguay 4-1, Start Memukau Tuan Rumah Amerika Serikat

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:43 WIB

Ismail Kone man of the meatch Kanada vs Bosnia Herzegovina (foto: AFP)

Piala Dunia 2026

Kanada vs Bosnia dan Herzegovina 1-1, Ismael Kone Man of the Match

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:38 WIB