Sejarah

Masjid Tuo Kayu Jao, Ceritamu Kini


Pagi baru saja menjelang. Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Masjid Tuo Kayu Jao

Dibaca : 1.1K

Padang, Prokabar — Pagi baru saja menjelang. Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Dingin Menusuk Tulang. Dilembah perbukitan itu, sebuah bangunan kayu berbentuk segi empat, tampak berdiri apik. Bangunan ini memiliki lambang bulan dan bintang yang menyembul di ujung atapnya.

Bangunan ini adalah rumah Ibadah, yakni Masjid Tuo Kayu Jao. Masjid ini tercatat telah berdiri sejak tahun 1599 , merupakan masjid tertua di Kabupaten Solok dan tertua kedua di Indonesia yang berdiri sampai saat ini.

Bergoncong, begitulah bangunan seperti “rumah adat” ini. Di samping bangunan ada aliran anak sungai. Alirannya tak begitu deras namun sangat jernih. Saat suasana senyap gemericik air terdengar riuh sangat nyaman didengar.

Masjid ini sudah tua, namun kian eksis saja. Serasa zaman “saisuak” berada disana.

Kayu-kayu jati hitam menandakan bangunan ini pernah menjadi yang termegah pada masanya. Pilar-pilar kayu pun masih kokoh berdiri meski pada beberapa pilar terlihat memiliki warna berbeda menunjukkan bangunan ini pernah direnovasi.

Bagian-bagian masjid sangat sederhana. Tak ada ukiran rumit terpatri di dinding, pilar, mimbar masjid bahkan jendela dan pintu. Hanya saja, jumlah jendela yang ada adalah melambangkan jumlah rukun dalam solat yaitu 13. Seolah tak lengkap masjid tanpa adanya bedug sebagai pengingat waktu salat.

Tepat didepan masjid, sebuah bedug melintang perkasa dibawah bangunan bergonjong pula. Kalau waktu sholat masuk, bedug itulah yang di pukul muadzin. Bedug masjid atau tabuah berbentuk cukup besar, digadang memiliki usia yang sama dengan masjid

Di tebing dekat aliran anak sungai itu, bunga penuh warna berjajar menyambut pengunjung. Cukup besar juga lahan taman itu, ada tulisan Masjid Kayu Jao, juga bisa dijadikan background untuk berofoto bagi pengunjung.

Meski terlihat sepi, ternyata masjid ini telah menjadi salah satu masjid yang ramai dikunjungi wisatawan yang sedang berpelesir di Sumatera Barat.

“Pengunjung dari luar kota banyak datang kesini, meski hanya sekedar melihat dang mengambil foto saja,”sebut seorang pemuda setempat, Rizal.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top