Masjid Tuo Kayu Jao, Ceritamu Kini

Penulis -

Minggu, 12 Mei 2019 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Tuo Kayu Jao

Masjid Tuo Kayu Jao

Padang, Prokabar — Pagi baru saja menjelang. Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Dingin Menusuk Tulang. Dilembah perbukitan itu, sebuah bangunan kayu berbentuk segi empat, tampak berdiri apik. Bangunan ini memiliki lambang bulan dan bintang yang menyembul di ujung atapnya.

Bangunan ini adalah rumah Ibadah, yakni Masjid Tuo Kayu Jao. Masjid ini tercatat telah berdiri sejak tahun 1599 , merupakan masjid tertua di Kabupaten Solok dan tertua kedua di Indonesia yang berdiri sampai saat ini.

Bergoncong, begitulah bangunan seperti “rumah adat” ini. Di samping bangunan ada aliran anak sungai. Alirannya tak begitu deras namun sangat jernih. Saat suasana senyap gemericik air terdengar riuh sangat nyaman didengar.

Masjid ini sudah tua, namun kian eksis saja. Serasa zaman “saisuak” berada disana.

Kayu-kayu jati hitam menandakan bangunan ini pernah menjadi yang termegah pada masanya. Pilar-pilar kayu pun masih kokoh berdiri meski pada beberapa pilar terlihat memiliki warna berbeda menunjukkan bangunan ini pernah direnovasi.

Bagian-bagian masjid sangat sederhana. Tak ada ukiran rumit terpatri di dinding, pilar, mimbar masjid bahkan jendela dan pintu. Hanya saja, jumlah jendela yang ada adalah melambangkan jumlah rukun dalam solat yaitu 13. Seolah tak lengkap masjid tanpa adanya bedug sebagai pengingat waktu salat.

Tepat didepan masjid, sebuah bedug melintang perkasa dibawah bangunan bergonjong pula. Kalau waktu sholat masuk, bedug itulah yang di pukul muadzin. Bedug masjid atau tabuah berbentuk cukup besar, digadang memiliki usia yang sama dengan masjid

Di tebing dekat aliran anak sungai itu, bunga penuh warna berjajar menyambut pengunjung. Cukup besar juga lahan taman itu, ada tulisan Masjid Kayu Jao, juga bisa dijadikan background untuk berofoto bagi pengunjung.

Meski terlihat sepi, ternyata masjid ini telah menjadi salah satu masjid yang ramai dikunjungi wisatawan yang sedang berpelesir di Sumatera Barat.

“Pengunjung dari luar kota banyak datang kesini, meski hanya sekedar melihat dang mengambil foto saja,”sebut seorang pemuda setempat, Rizal.

Tepat disampingnya, ada satu papan nama telah usang yang menginformasikan nama bangunan ini yaitu Masjid Tuo Kayu Jao. Pada papan nama juga tertulis bahwa bangunan ini adalah “situs cagar budaya” yang menandakan bangunan ini dilindungi oleh pemerintah daerah.

Masjid ini didirikan oleh pemuka agama, penduduk sekitar menyebutnya dengan Imam Musaur. Ia mengajak penduduk setempat secara bergotong royong mendirikan masjid. Pada masanya, wilayah ini bisa dibilang sebagai pusat penyebaran Agama Islam.

Menurut Rizal, anak-anak kecil disana masih menjadikan masjid sebagai tempat menimba ilmu dengan belajar mengaji pada waktu-waktu tertentu. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said
Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau
Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau
Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina
Sejarah Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional Berjasa dari Tanah Minang
Nasihat Angku Yus: Indahnya Surau Hilang sejak Orde Lama
Sarungan, Cara Melawan Kompeni
Catatan Singkat Bencana Alam Di Danau Maninjau

Berita Terkait

Rabu, 21 September 2022 - 23:07 WIB

Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said

Rabu, 21 September 2022 - 21:30 WIB

Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau

Kamis, 15 September 2022 - 16:15 WIB

Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau

Senin, 11 Oktober 2021 - 12:18 WIB

Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 19:12 WIB

Sejarah Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional Berjasa dari Tanah Minang

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB