Padang, Prokabar.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menekankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Penekanan ini karena Sumatera Barat (Sumbar) masuk empat besar provinsi dengan lonjakan kasus Covid-19.
Data terbaru dari laman resmi Covid-19 Sumbar, terdapat 447 kasus suspect positif baru.
Sebanyak 28 orang dari total kasus tersebut masih dalam perawatan.
Baca Juga:
- Pessel Terkena Dampak Refocusing Anggaran
- Pecah Rekor, Positif Covid-19 Tembus 514 Orang di Sumbar
- Covid-19 di Tanah Datar – 13 Orang Positif, 1 Meninggal Dunia
Sementara 419 lainnya menjalani isolasi secara mandiri.
“Pengurus Masjid dan orang tua khususnya harus berperan penting mengingatkan jamaah, agar mematuhi protokol kesehatan,” kata Audy Joinaldy.
Wagub 37 tahun itu sangat mengapresiasi penerapan Protokol Kesehatan atau Prokes Covid-19 di Masjid Darul Mujahidin, Banda Olo, Padang.
Menurutnya penerapan Prokes ini bisa menekan lonjakan kasus Covid-19 di Sumbar.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebelumnya juga mengingatkan Walikota dan Bupati untuk tegas menerapkan prokes Covid-19 di daerah masing-masing.
Mahyeldi mengimbau pemerintah Kabupaten dan Kota agar mengambil langkah strategis dalam penerapan Prokes.
Mantan Walikota Padang ini juga meminta agar perangkat pemerintah mengawasi warga yang diisolasi di rumah.
Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) dapat menjadi landasan aturan penegakan disiplin Prokes bagi Bupati dan Walikota.
Penyekatan Mudik dan Prokes
Selain pengetatan terhadap pelaksanaan Prokes, Sumbar juga menutup akses dari luar provinsi.
Baca Juga Milenialisme.com
- Menjaga Komitmen Moral Selama Ramadhan
- Soeharto Bangun 999 Masjid dari Sedekah Umat Islam
- Lantunan Indah Para Gadis di Malam Pertama Ramadhan
Pengendara yang boleh masuk ke Sumbar hanya yang berkaitan dengankedinasan serta sesuatu yang penting, semisal ke Rumah Sakit dengan bukti izin pimpinan instansi.
Sebanyak 1.300 aparat gabungan akan turut dalam penyekatan jalur di perbatasan Sumbar.
Mereka juga turut serta dalam pengamanan jelang hari raya Idul Fitri.
Rencananya, aparat gabungan akan lebih fokus pada jalur utama dan perbatasan.
Fokus ini sesuai dengan arahan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Adh)
















