Di Tengah Pandemi Covid-19, Nagari Labuah Bisa Panen Perdana Bawang Merah

Penulis -

Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Harga jual yang relatif stabil membuat budidaya dan pengembangan bawang merah di Tanah Datar mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat petani. Terlebih, ketika sektor usaha lain melemah ditengah pandemi Covid 19, namun sektor pertanian masih tetap bertahan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi saat panen perdana bawang merah kelompok tani Serona Nagari Labuh beberapa waktu lalu. Hasil panen perdana dari pengembangan bawang merah sistem tanam dari biji berjalan cukup baik karena turut ditunjang dengan kesesuaian iklim.

“Produktivitas dan hasil panen cukup baik, yakni 11 sampai 12 ton per hektar. Saat ini kita masih memakai bibit SS Sakato dari Lembah Gumanti Kabupaten Solok, dan Insya Allah 2021 varietas dari Tanah Datar yaitu Bawang Merah Sungai Jambu akan menjadi varietas nasional dan akan kita kembangkan di daerah kita,” katanya.

Sementara itu Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Sri Mulyani menyampaikan, pelaksanaan panen perdana yang dilaksanakan merupakan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah kegiatan Satker 4 Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar.

“Di Keltan Serona yang dikomandoi Mario ini kita mengembangkan penyediaan benih dengan sistem biji berupa sistem demplot hasil kerjasama PT. Panah Merah dan PT. Petrokimia Gresik,” ujarnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani menambahkan, sistem tanam biji menjadi solusi dari mahalnya benih bawang merah dari umbi.

“Kebutuhan benih bawang dari umbi untuk 1 Ha mencapai 1.000 kg dengan harga di kisaran Rp.30 ribu sampai Rp.35 ribu per kilogram, sedangkan menggunakan biji hanya mencapai 5 kg benih/biji untuk luas yang sama, namun memang butuh waktu panen lebih lama 30 hari karena harus lakukan proses penyemaian benih sampai benih siap dipindahkan ke lapangan. Namun, keunggulannya lainnya lebih tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OTP) terutama di musim hujan,” tukas Sri. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan Evakuasi Warga

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB