Peristiwa

​Gubernur Marah, Aksi Lilin Batal di Padang


Aksi 1000 lilin utk NKRI di kota Padang

Senin 15 Mei 2017

Pkl. 20.00

Di Tugu Gempa ( tmn melati)

Dress code: merah putih

Bawa lilin n korek api msg2

Padang-ProKabar. Sekira pukul 10 pagi, pesan tersebut masuk ke WA wartawan prokabar.com. Kabar hangat, enak untuk digoreng, jadi berita headline.

Tapi informasi tersebut punya dampak luas juga. Kalau sempat di ekspos, berbahaya, masyarakat terbelah, dan bukan tidak mungkin menjadi konflik. Padahal Sumbar aman aman saja dari hiruk pikuk isu isu seperti ini.

Baca Juga :  "Ayo...Ayo Sini Dek." Dan si Kecil Itu Dipangku dari Lokasi Bom Meledak

Berselang dua jam setelah itu, masuk lagi pesan baru “Acara bakar lilin secara resmi diclosed/batal, karena alasan keamanan dan himbauan walikota dan gubernur sumbar” begitu informasi yang disebarkan melalu WA messanger.

Baca Juga :  Kapan Puasa? Kemenag Besok Lihat Hilal

“Damai kotaku, damai bangsaku, save NKRI” tutup pesan tersebut.

Gerakan #SumbarTanpaLilin sudah wara wiri di medsos sejak beberapa hari yang lalu. Namun semakin meluas saat akun Gubernur Sumbar mencuit tentang kondisi ini “Sumbar tidak butuh lilin, tapi Sumbar butuh pelita ulama” ulas akun Irwan Prayitno.

Ditweet lainnya Gubernur mengungkapkan ” Mengedepankan toleransi bukan berarti semua boleh semaunya”. Tweet ini mendapat dukungan dari banyak pihak.

Baca Juga :  Sejarah Baru Malaysia MAHATHIR DILANTIK

Walaupun tidak jadi aksi, sejumlah masyarakat dan Pol  PP berkumpul di tugu gempa. Mereka bukan bakar lilin tapi menjaga agar aksi tidak terjadi. “Kami disini untuk menjaga ranah minang” Kata salah satu warga yang berdiri di tugu gempa itu.(eda)

Berani Komen Itu Baik

To Top