Hukum

Usai Ditangkap, Ini Pengakuan Pasutri Penjual Sate Daging Babi

Padang, Prokabar – Pasangan suami/istri penjual sate daging babi yang dibekuk tim Datreskrim Polresta Padang mengaku lari dalam wajib lapor karena ingin mencari bantuan.

“Saya lari untuk mencari bantuan ke Mabes Polri, karena di sini kami sudah menjadi tersangka,” ujar Bustami (55) penjual sate daging babi.

Meskipun pihak kepolisian telah menetapkannya sebagai tersangka pada Februari 2019 lalu, ia masih tidak mengakui perbuatannya.

Ia masih mengelak saat ditanya tempat pelariannya selama sebulan terakhir dan mengatakan bahwa ia hanya korban dalam perkara tersebut.

“Kami di sini hanya korban, makanya kami pergi ke Mabes Polri untuk melaporkan Dinas Perdagangan,” lanjutnya.

Sehubungan dengan itu, diberitakan sebelumnya, pasangan suami/istri penjual sate daging babi akhirnya dibekuk tim Satreskrim Polresta Padang pada Kamis 16 Mai 2019 di daerah Bekasi, Jakarta.

Pasangan suami/istri atas nama Bustami (55) dan istrinya Evita (48) telah menjadi buronan setelah melarikan diri karena wajib lapor sebulanan lalu.

Penangkapan tersebut berawal saat pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa kedua tersangka yang sudah melarikan diri saat status wajib lapor atas kasus dugaan sate daging babi pada akhir Januari lalu.

“Mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kabupaten Bekasi, kami langsung menuju lokasi tersebut,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan.(*/mbb)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top