Terkait Evakuasi WNI, Presiden Sampaikan Terima Kasih untuk Warga Natuna

Penulis -

Selasa, 4 Februari 2020 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi kepada kementerian/lembaga yang telah membantu kepulangan warga negara Indonesia dari Wuhan serta berterima kasih kepada penduduk Natuna atas penerimaan ‘lampu hijau’ yang telah diberikan.

“Saya sangat mengapresiasi, saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan oleh kerja tim bersama Kementerian Luar Negeri, TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, BNPB, Menko PMK yang mengoordinir ini,” ujar Presiden Jokowi usai meninjau lokasi longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (3/2).

Kepala Negara menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan karena keputusan kemarin yang sudah dilakukan sehingga evakuasi dalam waktu yang sangat singkat bisa dilakukan dengan baik, yaitu membawa WNI dari Provinsi Hubei, Kota Wuhan, dibawa kembali ke Tanah Air.

“Saya mengapreasi itu. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Natuna yang juga sudah memberikan lampu hijau karena ini adalah saudara-saudara kita sendiri,” tambah Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengakui bahwa ada beberapa alternatif untuk penempatan sementara warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan seperti Morotai dan Biak misalnya namun pemilihan Natuna utamanya karena kesiapan bandara dan tim kesehatan.

“Kita memang memerlukan, untuk turun itu memerlukan landasan, memerlukan runwaysehingga pesawat bisa turun. Tidak semua pulau bisa dipakai,” tutur Presiden.

Lebih lanjut, Presiden sampaikan bahwa pemerintah juga mengukur tingkat kesiapan dari tim kesehatan yang ada di situ, sehingga keputusan dari tim adalah di Natuna.

“Saya kira kita memerlukan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia, apapun mereka adalah saudara-saudara kita, ya,” tambah Presiden.

Sebanyak dua ratus empat puluh tiga (WNI dari Wuhan) itu, lanjut Presiden, adalah sehat tetapi dalam protokol kesehatan itu diperlukan yang namanya tahapan-tahapan sebelum dikembalikan ke keluarga.

“Tahapan observasi sehingga betul-betul dinyatakan mereka clean (bersih) sehingga bisa kembali ke keluarganya masing-masing. Itu adalah protokol kesehatan yang harus kita ikuti,” pungkas Presiden di akhir wawancara.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB