Siti Nurbaya, Roman yang Jadi “Legenda”

Penulis -

Kamis, 15 Maret 2018 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Siti Nurbaya karya Marah Rusli yang terbit 1921 dan sudah dicetak ulang 45 kali, telah jadi “legenda.” Inilah satu-satunya roman yang pengaruhnya tak tertandingi.

Semua anak Indonesia wajib membaca novel ini sejak SD. Karya ini pula yang memunculkan stigma di Tanah Air, para datuk di Minang beristri banyak.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Siti Nurbaya diangkat jadi film maka terkenallah Novia Kalopaking bersama HIM Damsyik. Novia kemudian jadi istri Emha Ainun Nadjib.
Di Padang seting novel itu, kisah ini melegenda. Bahkan ada nama bukit Siti Nurbaya yang seolah-olah benar-benar di sanalah wanita berambut panjang dikepang dua itu dimakamkan. Di sana memang. Siti Nurbaya dalam novel itu adalah fiksi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Meski judul novelnya Siti Nurbaya  Kasih tak Sampai, tapi kisahnya mengular sampai ke zaman ini.  Maka tak heran, jembatan di Batang Arau kawasan Muaro Padang diberi nama jembatan Siti Nurbaya. Kemudian ada pasar Siti Nurbaya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Ini bukan zaman Siti Nurbaya!” Seringkan mendengar ucapan semacam itu? (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB