Eka Putra, Sang Petarung yang tak Tumbang oleh Covid 19 dan Galodo

Penulis -

Rabu, 25 September 2024 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama)

Hari itu, empat hari menjelang pelantikannya sebagai Bupati Tanah Datar 26 Februari 2021, saya berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Eka Putra, SE, MM. Bupati terpilih hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 itu memberi ruang seluas-luasnya kepada saya untuk mengekplorasi dirinya.

Sangat mengesankan, lima belas pertanyaan yang sudah saya siapkan untuknya dalam list question, semuanya dilahap dengan lugas, bernas, dan berkelas. Di akhir wawancara, saya berani menyimpulkan, orang ini punya sesuatu yang bisa diandalkan sebagai pemimpin daerah.

Visinya jelas, dibalut oleh semangat pengabdian yang ikhlas untuk Luhak Nan Tuo. Paparannya jelas, point-pointnya dapat, tidak ngalor ngidul dan merembet kemana-mana. Dari situ saya punya hipotesa yang pasti tentang dia, bahwa Tanah Datar dari A sampai Z dengan segala permasalahannya sudah ada dalam kepalanya.

Sebagai closing dari wawancara itu, saya menyampaikan selamat bekerja untuknya, dan mengatakan Insya Allah Tanah Datar sudah berada di tangan orang yang tepat.

Waktu kemudian menjawabnya, Eka Putra bergelut dengan tugasnya sebagai Bupati. Dengan waktu yang tersedia untuknya hanya tiga setengah tahun, mau tak mau dia harus berpacu dengan waktu. Dia harus bekerja keras untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya yang dibalut tagline “Era Baru” Tanah Datar.

Diawal tugasnya, dia langsung dihajar oleh permasalahan Covid-19 yang saat itu sedang puncak-puncaknya. Beratnya pengendalian pandemi itu membuat banyak energi yang harus dicurahkan disana. Eka harus putar otak, dan konsekwensinya banyak dana yang tersedot dan dialihkan untuk pengendalian covid tersebut. Beberapa mata program kerja terpaksa dipending, bahkan di cancel.

Tapi secara umum, ujian pertama berhasil dilewati dengan baik. Dengan sejumlah kebijakan dan terobosan, Tanah Datar termasuk daerah terbaik dalam pengendalian covid-19 di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Setelah covid mereda pemerintahan Eka mulai stabil dalam menjalankan program-program kerja yang sudah disusun, termasuk progul-progul yang dijanjikan semasa kampanye mulai dijalankan. Berbagai kemudahan diberikan kepada masyarakat, misalnya Tanah datar di ujung jari, yakni pelayanan masyarakat yang semuanya berbasikan online.

Untuk petani, bajak gratis diterapkan dengan sistematis. Ternyata cukup membantu para petani dalam mengolah lahan. Walau masih perlu evaluasi dan penyempurnaan, program ini cukup mendapat apresiasi dari warga Tanah datar yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

Kalau disebutkan satu persatu apa yang dilakukan Eka Putra, dengan masa kerjanya yang tergolong singkat itu, Eka sudah berupaya maksimal. Memang belum semuanya berjalan sesuai harapan dan terwujud sepenuhnya, tapi kita harus tetap fair dalam menilai. Keterbatasan waktu dan anggaran adalah dua hal yang menjadi handicap bagi Eka.

Namun demikian, Eka tetaplah seorang petarung dan punya semangat berlebih untuk Tanah Datar. Kegigihannya dalam mencari celah untuk meraih program dan dana pembangunan ke Tanah Datar, baik ke Provinsi maupun pusat patut diapresiasi. Dengan link yag cukup luas ke pusat, Eka bisa meraihnya untuk Tanah Datar.

Secara garis besar, tiga fungsi dan tugas pemerintah daerah, yakni pembangunan infra struktur, pelayanan masyarakat dan meningkatkan kesejahteran masyarakat, sudah diupayakan secara maksimal oleh Eka Putra.

Banyaknya penghargaan yang diraih Eka Putra, baik secara personal maupun atas nama pemerintah Kabupaten Tanah Datar adalah sebuah pembuktian, bahwa dengan segala keterbatasan Eka masih bisa membuktikan dia mampu memberi prestasi untuk Tanah Datar.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Tapi ujian belum berhenti, di penghujung masa kerjanya Tanah Datar dihantam ujian yang tak kalah beratnya. Erupsi Gunung Marapi, memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat di salingka gunung, terutama bagi kalangan petani. Program instant pun diluncurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak Erupsi.

Tapi ujian tak sampai distu, dampak erupsi mencapai puncaknya dengan bencana bajir lahar dingin atau galodo 11 Mei 2024. Tanah Datar pun kembali luluh lantak dan menangis. Korban jiwa berjatuhan, banyak sarana dan prasarana umum, serta insfrastruktur yang rusak. Belum lagi lahan pertanian warga yang tergerus galodo.

Eka Putra, sang petarung gigih itupun kembali diuji. Tapi lagi-lagi, dia bisa melewati ujian itu dengan segala kerja kerasnya. Masa tanggap darurat dan upaya pemulihan Tanah Datar pasca bencana, benar-benar telah membuat pria enerjik itu tak cukup punya waktu 24 jam dan tak punya hari Minggu untuk sekedar rileks dan berisitirahat.

Pelan tapi pasti, satu persatu program pemulihan berjalan sesuai rencana. Dia lagi-lagi membuktikan bahwa kegigihannya menjemput bantuan ke provinsi dan pusat sangat berarti untuk membuat pemulihan Tanah Datar pasca bencana bisa berjalan lebih cepat.

Bahkan di last minute, dia masih bisa memberikan sebuah “hadiah” luar biasa bagi warga Tanah Datar. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 79 Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan wilayah II, lakukan pencanangan Universal Health Coverage (UHC) di wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

UHC merupakan tonggak penting dalam perjalanan menuju sistem kesehatan yang lebih adil dan merata. Juga untuk memastikan bahwa setiap warga Kabupaten Tanah Datar tanpa terkecuali harus bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ke depan, tidak ada satupun warga Tanah Datar yang terlambat dalam memperoleh layanan kesehatan, hanya karena keterbatasan biaya.

Walaupun untuk mendapatkan UHC ini banyak tantangan dan hambatan. Namun, berkat kerja keras, dedikasi dan dukungan semua pihak, Eka Putra bisa mempersembahkan sebuah point poenting peningkatan kualitas dan aksesbilitas pelayanan kesehatan di Tanah Datar dengan motto yang keren: Tanah Datar Sehat, Merdeka Berobat.

Well, Eka Putra tetaplah seorang manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jelas dia bukan super hero atau pesulap, tetapi dia mencoba memberikan apa yang dia punya untuk Tanah Datar. Setidaknya waktu tiga setengah tahun masa kepemimpinannya layak diapresiasi.

Sepertinya sangat layak, jika dia memutuskan untuk maju lagi untuk memimpin Tanah Datar melalui Pilkada serantak 27 November 2024. Sangat pantas diberi kesempatan lima tahun lagi untuk melanjutkan kepemimpinan Luhak Nan Tuo.

Kesempatan bagi putra Lintau ini untuk memuntaskan pengabdianya, dan menyelesaikan pekerjaannya yang masih terbengkalai. Dengan apa yang telah dilakukan selama periode pertama yang singkat, Eka Putra sejatinya bisa berbuat lebih banyak, dan menjadikan Tanah Datar yang lebih berkilau.

Didampingi Ahmad Fadly, Eka siap bertarung di Pilkada Tanah Datar. Putra X Koto yang cool. humble, dan cerdas ini, bisa menjadi pendamping yang pas bagi Eka. Keduanya akan saling melengkapi, jika ditakdirkan memimpin Tanah Datar lima tahun ke depan. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB