Pilkada Pasaman Diwarnai Nasib Incumbent Di Ujung Tanduk

Penulis -

Kamis, 15 Agustus 2024 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuhan tau, tapi Ia menunggu. Begitulah kira-kira, ketika nasib yang di langit tujuh sana menyaksikan incumbent di Pilkada Pasaman saat berpetualang mencari dukungan.

Kini, agaknya incumbent, Bupati Sabar AS, bernasib di ujung tanduk. Maju susah, tak maju gimanalah susah dijabarkan dengan kata. Dua kali menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar, jadi wakil bupati lalu dilantik jadi bupati, tapi cerita ini agaknya di ujung tanduk. Ada kemungkinan cerita super hero ini kandas begitu saja. Kalah sebelum bertarung. Malang.

Geser dulu, perbaiki kaki nan berselo. Sebab kita bakal membahas hal yang berat. Berat bagi incumbent, tapi harus dipikul.

Sama kita ketahui 27-29 Agustus mendatang waktunya mendaftar bagi bakal calon peserta Pilkada. Untuk ke sana dengan iringan dikia pano atau silek sonsong, bakal calon peserta harus membawa bekal. Salah satu syarat tak boleh tinggal, dukungan dari partai politik yang memiliki kursi di DPRD Pasaman. Sesuai aturan, 20 persen dari 35 kursi anggota DPRD, berarti peserta calon harus memiliki minimal 7 kursi dukungan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Di DPRD Pasaman, paling banyak hanya 6 kursi yang dimiliki partai-partai pemenang. Berarti harus ada koalisi partai baru bisa memenuhi 7 kursi atau lebih.

Semua sibuk berburu dukungan partai ini. Termasuk incumbent yang merupakan kader ulung dari Demokrat dengan 6 kursi di DPRD Pasaman. Butuh satu partai koalisi lagi untuk bisa mendaftar ke KPU Pasaman.

Tapi, kini tanggal 15 Agustus. Hari sudah dekat, nan koalisi partai yang dicari-cari incumbent masih belum tampak hilalnya. Kabua. Sementara, di bilik tetangga, kompetitor sudah mengantongi koalisi. Mereka sibuk bersiul-siul menyiapkan silek sonsong atau arak-arakan untuk 27-27 Agustus mendatang. Nan incumbent belum juga. Masih ada api harapan, tapi nihil pula bila dibahas dari historisnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Oke, kita bahas sedikit historis tadi. Sebelum itu, teguk dulu kopi atau hisap dulu rokok di tangan. Tarik nafas dalam-dalam, dan kalau mau tersenyum di tengah penasaran, tersenyum saja. Karena itu ibadah. Atau kalau was-was dan bertanya-tanya bagaimana endingnya, baca saja dulu.

Baiklah dilanjutkan, di DPRD Pasaman, ada beberapa partai yang berhasil menduduki Pileg beberapa waktu lalu. Terdapat 35 kursi anggota dewan. Kursi terbanyak diisi Demokrat dan PKS dengan masing-masing-masing 6 kursi. Disusul Golkar, PKB dan Nasdem masing-masing 5 kursi. PAN dan Gerindra masing-masing 3 kursi dan PPP 2 kursi.

Selain incumbent, ada pasangan Mara Ondak-Desrizal yang hingga Kamis (15/8) diberitakan mendapatkan dukungan dari, Nasdem, PPP, Gerindra dan PKS. Selain itu ada juga pasangan Welly Suheri dan Anggit Nasution, yang tengah pemenuhan adiminitrasi dukungan dari PKB dan PAN. Tinggal Golkar yang belum mengandaskan dukungannya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Bila Golkar mendaratkan dukungan ke Mara Ondak – Desrizal, maka habislah riwayat incumbent. Masih ada harapan, tapi nihil mengingat Golkar sendiri kadernya yakni Desrizal.

Bila incumbent, Sabar AS yang memantapkan diri dengan Sukardi mantan Kadisdik Pasaman yang sudah mengundurkan diri, tidak dapat koalisi, apa yang terjadi? Mereka sudah pasti tidak dapat mendaftar ke KPU. Harus perbanyak sabar. Semoga harapan kecil ini masih bisa menyala. Kalau padam, ingatlah, politik itu dinamis. Ulangi di Pilkada mendatang, mana tau yang Tuhan rasa butuhkan untuk kita sama dengan apa yang kita minta. Amin

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB