Serius, Kepala BKKBN “Mambana”: Jangan Hamil Dulu Saat Pandemi Corona

Penulis -

Selasa, 5 Mei 2020 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Prokabar – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada merosotnya sektor perekonomian. Berdasar data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), penggunaan alat kontrasepsi ternyata ikut turun.

Hal itu kini menjadi perhatian serius BKKBN. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyatakan, dalam situasi bekerja dari rumah (work form home), interaksi pasangan memang lebih intens. ”Pantauan kami, pemakaian alat kontrasepsi turun 50 persen. Ini bahaya,” katanya.

Mengapa bahaya? Menurut Hasto, penurunan tersebut bisa memicu tingginya angka kehamilan. Nah, masa awal kehamilan, terutama delapan minggu pertama, sangat rawan. Sebab, di periode itulah terjadi fase krusial pembentukan organ pada janin.

Padahal, layanan untuk ibu hamil di fasilitas kesehatan kini terdampak pandemi. Selain itu, banyak keluarga yang ekonominya terganggu karena PHK atau usaha yang lesu. Akibatnya, belanja untuk pemenuhan nutrisi istri hamil juga terganggu. ”Apalagi, pada fase hamil muda, daya tahan tubuh turun sehingga lebih rentan terserang penyakit,” ucapnya.

Karena itu, Hasto menyarankan agar pasangan usia subur tetap menggunakan alat kontrasepsi di masa pandemi saat ini. Mengenai adanya fasilitas kesehatan yang mengurangi layanan karena tenaga medis kekurangan alat pelindung diri (APD), BKKBN sudah menyediakan alternatif akses layanan KB melalui mobil keliling di berbagai daerah. ”Jadi, kami pesan betul, di masa pandemi ini tolong jangan hamil dulu,” ujarnya.

Selain perempuan, penggunaan alat kontrasepsi dilakukan pria. Berdasar hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, kesertaan pria dalam ber-KB masih rendah. Yakni, kondom sebesar 2,5 persen dan vasektomi 0,2 persen. Upaya untuk meningkatkan partisipasi pria dalam pemakaian kontrasepsi dilakukan secara intensif dan terus-menerus. Namun, data menunjukkan tren peningkatan belum mencapai hasil yang diharapkan.

”Beberapa alasan mengapa partisipasi KB pria masih rendah, pertama adalah mindset keluarga pada umumnya yang menganggap KB adalah tangung jawab perempuan,” ungkapnya.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB