Tanah Datar, Prokabar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat menggelar simulasi pemilu serentak di Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatera Barat, rabu (3/4).
Simulasi turut dihadiri oleh seluruh stakholder yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu KPU Kabupaten, Bawaslu dan TNI POLRI sebagai petugas pengamanan pemilu.
Simulasi yang dilaksanakan itu, ditujukan untuk mengetahui bagaimana seluruh proses tahapan pemilu dilakukan sampai penghitungan suara dilakukan. Simulasi dimulai dari pengambilan sumpah petugas KPPS, pengecekan surat suara, proses pemungutan suara dan proses penghitungan surat suara yang turut disaksikan oleh saksi partai.
Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat, Amnasmen mengatakan jika dari simulasi yang dilakukan itu, nantinya akan dilakukan evaluasi baik terkait waktu yang dihabiskan sewaktu pencoblosan dan sifat sifat pemilih seperti pemilih disabilitas dan pemilih yang pindah memilih baik antar provinsi, kabupaten maupun dapil. Dari simulasi ini pula, nantinya dapat diketahui hak konstitusi surat suara yang mesti didapatkan dan dicoblos oleh pemegang hak pilih.
“Ini kan pemilu serentak pertama antara pemilu presiden dan legislatife. Tentunya kita harus membedakan bagaimana proses pemilu serentak hari ini dengan pemilu serentak yang lalu. Kita mencoba bersama sama, baik itu KPU, Pengamanan, Bawaslu dan seluruh pihak yang terlibat mengetahui bagaimana seluruh proses tahapan,” ujar ketua KPU Provinsi Sumatera Barat Amnasmen.
Dalam simulasi ini, KPU melakukan simulasi mulai dari pengambilan sumpah anggota KPPS, membuka kotak suara dan menghitung kelengkapan surat suara, hinggabagaimana pemilih mendatar dan terakhir bagaimana proses penghitungan surat suara oleh KPPS.
“Simulasi ini dilakukan juga untuk mengetahui dan mencari kelemahan kelemahan apa yang ditemukan dan evaluasi seperti apa yang harus dilakukan, sehingga kekurangan tersebut bisa terjawab di hari H pelaksanaan pemilu. Dengan adanya simulasi ini, KPU sebagai penyelenggara, pemilihan umum esok dapat berjalan baik,” tambahnya
Dari simulasi yang dilakukan tersebut, KPU sumatera barat berharap pemilih untuk bisa hadir ke TPS pada pagi hari dan tidak terlalu siang. Hal ini mengingat estimasi waktu pencoblosan yang tergolong memakan waktu, terlebih pemilih mesti mencoblos 5 kertas surat suara, pemilihan presiden dan wakil, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota. (eym)
















