Daerah

Sah, Mushola Jabal Nur Gurun Panjang Kapuah, Resmi Menjadi Masjid

Dibaca : 203

Pesisir Selatan, Prokabar – Mushola Jabal Nur yang berada di Kampung Gurun Panjang, Nagari Kapuah, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), resmi dijadikan masjid.

Peresmian dilakukan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, diwakili oleh Kepala Insfektorat Pessel, Rusdianto Jumat (9/4). Hari itu juga langsung dilakukan salat Jumat untuk kali pertama.

Hadir Kepala Kemanag diwakili oleh Kepala KUA Kecamatan Koto XI Tarusan, Arzen, Camat Koto XI Tarusan, Denny Anggra, Danramil dan Tokoh masyarakat setempat.

Kepala Inspektorat, Rusdianto dalam sambutannya menyampaikan, hendaknya jangan sampai masjid yang warganya banyak, tapi yang salat di masjid hanya sedikit. Untuk itu, ia minta kepada para orang tua, agar beramai-ramai mengajak anak-anaknya shalat di masjid dan mengikuti pengajian.

“Kalau orang tua mengantar anaknya ke masjid, tentu orang tuanya juga ikut salat di masjid, tidak mungkin setelah mengantar anaknya ke masjid lalu orang tuanya pulang ke rumah,” ujarnya.

Sekarang ini, katanya, kebanyakan jemaah masjid dan iman yang mantap melakukan aktivitasnya di masjid, usianya sudah pada uzur-uzur.

Ini artinya sudah ada generasi pecinta masjid yang hilang. Hal demikian jangan terjadi terutama di Gurun Panjang yang musholanya sudah menjadi masjid.

Sementara itu, disisi lain masyarakat terus berlomba-lomba membangun masjid dilingkungan tempat tinggalnya, tapi setelah masjid itu berdiri besar dan megah, jemaahnya malah tidak ada.

Menurut, Rusdianto, dengan telah diresmikan mushola Jabal Nur menjadi mesjid ini merupakan masyarakatnya sudah cinta dengan masjid dan agama

“Saya meminta kepada Generasi muda Kampung Gurun Panjang harus banyak melakukan aktivitasnya di masjid, untuk kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Lanjut, Rusdianto mengatakan, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan dan dipedomani dalam pengelolaan masjid, diantaranya membina dan memelihara masjid sesuai dengan tuntutan dan ajaran Islam, memelihara dan mempertahankan kehormatan masjid sebagai lambang kesatuan umat.

Selanjutnya, membina dan memelihara silaturrahim sesama jamaah masjid dan masyarakat sekitarnya serta mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan syiar Islam yang menimbulkan simpati, kedamaian dan ketentraman bagi lingkungan sekitarnya.

Wakil Ketua Masjid mengatakan, Nuzirwan mengatakan, pihaknya sangat bersyukur kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam meresmikan mushola Jabal Nur menjadi masjid.

“Perubahan status mushalla menjadi masjid adalah bukti semangat keimanan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Selian itu, kata, Nuzirwan, dirinya rasa bangganya atas semangat masyarakat Gurun Panjang dalam membangun serta meramaikan mushola menjadi masjid masjid dan selalu menjaga kebersihan masjid untuk terlihat bagus dan semakin ramai.

“Masjid adalah rumah Allah. Sudah menjadi tugas kita bersama sebagai umat manusia dalam menjaga dan merawat masjid. Mudah-mudahan masjid ini menjadi tempat kebanggaan bagi warga Gurun Panjang,” tutupnya. (min)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top