Padang, Prokabar — Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Hidayat, mengatakan, budaya Minang destinasi wisata dan permainan anak, bisa diangkat menjadi sebuah film pendek. Oleh karena itu, perlu festival film pendek supaya memperkenalkan hal itu.
“Kita berharap ada festival-festival film pendek, apakah itu dengan workshopnya, sinematografinya,” kata Hidayat, saat Dialog Kebudayaan di Kafe Kopi Pahit, Jalan Batang Naras, No.8 Alai Parak Kopi, Padang, Minggu (3/9).
Dialog kebudayaan melalui Pokir Hidayat, sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumbar, diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, dengan tema Menggali Nilai-nilai Adat dan Budaya melalui Film. Para peserta sekira 100 orang dari berbagai pemerhati film di Sumbar.
“Kita berharap ini akan menjadi duta budaya melalui wadah film. Kita terus mendorong budaya Minang tampil di Nusantara bahkan internasional,” ucap Hidayat, yang akan mengalokasikan dana APBD untuk Perda Kebudayaan sebanyak dua persen.
Sementara itu, Dosen Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Doni Eros, mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) harus menampilkan budaya Sumbar melalui film, agar bisa memperlihatkan budaya daerah melalui film.
“Saya menilai Pemda kurang melihat film lokal karena tidak menghasilkan pemasukan untuk PAD daerah, tidak seperti pajak, parkir, padahal dengan film yang bagus bisa menampilkan seni budaya daerah kita hingga internasional,” sebut Doni.
Ia menyampaikan, film lokal hanya tampil saat ada festival saja. Selain itu, kurang banyak minat untuk menggarap film tersebut secara kreativitas, sehingga bisa dipertontonkan hingga dunia internasional.
Ia mengakhiri, pada film Minang nantinya akan ditampilkan produk-produk daerah seperti makanan khas daerah. Budaya seperti Randang dan Randai akan dikenal melalui film.
“Kita berharap ada nilai-nilai budaya Minang ditampilkan pada film Minang. Budaya Minang bisa ditonton sampai penjuru dunia seperti halnya film Korea yang banyak ditonton, sehingga kita tahu bagaimana budaya di Korea,” tutur Doni. (rls)
—
















