Trending | News | Daerah | Covid-19

Selebritis

Perankan Zarah di Serial ‘Jadi Ngaji’, Laras Sardi Jago Silat

Dibaca : 158

Jakarta, Prokabar – Minggu ini episode terakhir serial ‘Jadi Ngaji’ tayang di GoPlay. Masih di edisi khusus karya apik Muthia Zahra Feriani, Live Instagram @Se2ruan mengundang Laras Sardi.

Pemeran Zarah, kakak Fian (diperankan Brata Kurnia) ini mengisahkan tentang keseruannya terlibat di serial produksi Arseri Creative House.

“Alhamdulillah respon masih positif, banyak feedback dari mentor dan teman-teman. Terus terang peran Zarah karakternya beda banget. Pertama kalinya dapat tantangan seperti ini,” jelas Laras pada pemandu acara, Ifan Ohsi.

Tantangan yang sukses dihadapi Laras ketika sutradara memintanya jadi jago silat. “Kemampuan (silat) nggak punya. Pernah latihan satu dua kali itu juga untuk beberapa casting. Pas banget lagi latihan ada tawaran serial ‘Jadi Ngaji’, ya hajar. Ini tantangan lebihnya,” akunya.

Berbeda dengan pemain lainnya, Laras harus ekstra latihan gerakan silat. “Persiapan take fighting, dari pagi scene yang lain dulu. Mulai sore hingga malam baru take fighting,” kenang Laras.

“Lebih prepare ke energi dan gimana caranya menyiapkan mental. Alhamdulillah pelatih selalu datang, setiap hari pemanasan. Kalau nggak dilatih, badannya pasti kaget,” ujarnya menambahkan.

Selain tantangan menguasai teknik gerakan silat, Laras ternyata harus memerankan usia yang lebih muda. “Aku kan 26 tahun tapi memerankan anak usia 19 – 20 an. Beda sama aku, Zarah itu masih kekanak kanakan. Jadi satu lagi tantangan menjalani karakter ini,” sebut Laras tertawa lepas.

Beruntung bagi Laras selama proses syuting berjalan sempurna. Apalagi chemistry yang dibangun bersama Brata Kurnia dan Edo Borneo (berperan sebagai Ridho, ayah Laras) mengesankan.

“Jadi Brata itu seperti adik sendiri, malah aku suapin dia pas lagi istirahat. Gemes aja sampai kebawa di luar syuting, aku panggil Fian itu adek. Sama juga ke Bang Edo aku panggilnya ayah, setelah syuting baru deh panggil Bang Edo,” serunya.

Melihat perjalanan karirnya hingga saat ini, Laras tak menyangka kesempatan yang datang saat itu merubah kehidupannya. Bahkan apa yang jadi perhatiannya saat kecil terwujud.

“Waktu kecil senang nonton ‘Petualangan Sherina’. Nonton berulang kali, sampai aku seolah-olah jadi Sherina. Gaya dan gerakan tarinya aku ikutin,” kenang Laras tak kuasa menahan tawa.

Beranjak dewasa, sebenarnya keinginan Laras itu berangsur sirna. Laras mulai disibukan dengan pekerjaannya sebagai copy writer. Hingga di suatu hari, Laras mencoba menggunakan kesempatan ikut workshop teater.

“Pas sekolah, kuliah nggak kepikir mau terjun ke dunia seni peran. Ada kesempatan ikut workshop, kenapa nggak akhirnya memutuskan lebih mendalami dunia akting,” aku Laras.

Dari sekian karakter yang dimainkannya, Laras ingin mencoba menjadi ‘Anak Pasar’. Mendengar apa yang jadi keinginan Laras, Ifan Ohsi sempat bingung.

“Anak Pasar itu maksudnya karakter anak yang hidupnya keras. Seperti anak jalanan,” jelas Laras yang membuat Ifan Ohsi mengerti. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top