Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pengusaha Pupuk Organik di Tanah Datar Keluhkan Pemasaran Produk

Dibaca : 181

Tanah Datar, Prokabar – Pengusaha pupuk organik di Kabupaten Tanah Datar merasa kesulitan memasarkan produknya sehingga pupuk yang telah dibuat banyak menumpuk di gudang pembuatan.
Salah seorang pengusaha pupuk organik di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru Afrizal di Tanjung Alam, mengatakan sebagian besar pupuk itu menumpuk karena petani setempat merasa belum yakin menggunakan pupuk organik.

“Akibatnya pupuk organik hasil buatan kami tidak laku di pasaran karena banyak petani enggan menggunakannya dan tetap memilih menggunakan pupuk unorganik,” katanya.

Padahal menurutnya pupuk organik yang diolah dari bahan utama kotoran sapi tersebut lebih ramah lingkungan dan dapat diproduksi dengan biaya murah.

Ia berharap pihak terkait membantu memasarkan pupuk tersebut salah satunya dengan mengimbau para petani atau kelompok tani menggunakan pupuk alami tersebut.

Ia mengaku semejak 2010 hingga 2016 pupuk kompos buatan Afrizal bisa memenuhi permintaan konsumen di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Pupuk organik itu dikirim ke berbagai daerah di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, serta Kabupaten Tanah Datar.

Pupuk itu dibeli oleh dinas-dinas terkait dan ditenderkan melalui CV untuk dibagikan kepada kelompok-kelompok tani. Pupuk itu dikhususkan untuk tanaman padi.

Setidaknya sudah ada sekitar 12 CV yang sudah menjalin kerja sama dengan usaha pupuk kelompok tani keluarga sepakat itu.

Namun semenjak berakhirnya kerjasama tersebut terjadi penurunan pembeli pupuk organik terutama terutama dua tahun belakangan yang bisa dikatakan nihil pembeli.

Ia mengatakan terhentinya kerjasama dengan dinas-dinas terkait untuk mensuplai pupuk organik bagi para petani dikarenakan pengurangan anggaran disektor tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat dari dinas pertanian dana untuk bidang pertanian, perkebunan, peternakan perikanan dikurangi sehingga penyediaan pupuk organik bagi petani yang dibeli kepada kami ditiadakan,” katanya.

Ia mengaku saat ini hanya memproduksi pupuk organik sesuai dengan permintaan petani. Kalau ada pesanan baru diproduksi kalau tidak ada pesanan tidak akan diproduksi. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top