Pengeroyokan Santri di Padang Panjang, Polisi Periksa 19 Orang

Penulis -

Kamis, 14 Februari 2019 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padangpanjang, Prokabar – Jumlah santri yang diduga terlibat melalukan pengeroyokan di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas hingga saat ini, sudah 19 orang yang diperiksa penyidik Polres Padangpanjang.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Padangpanjang Iptu Kalber Jonaidi, Kamis (14/2) terkait pengeroyokan yang menyebabkan seorang santri berinisial R hingga kini masih kritis.

“Dari hasil intrograsi penyidik diduga dua orang santri lainnya juga terlibat dan sudah kita periksa,” kata Iptu Kalber Jonaidi dalam keterangan persnya.

Kalbert menyebut, perkara segera digelar penyidik Satreskrim Polres Padangpanjang. Sebelumnya juga akan dipanggil pihak ponpes untuk dimintai keterangan.

“Kasus ini melibatkan anak dibawah umur. Untuk itu perkara ditangani secara khusus oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” ujarnya.

Selain memeriksa 19 santri, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.  “Kita telah amankan sepasang sepatu bot dan potongan gagang sapu,” bebernya.

Pengeroyokan berawal dari sejumlah peristiwa pencurian yang diduga dilakukan R di lingkungan asrama.

Aksi korban terkuak setelah salah satu santri menemukan memori HP-nya yang hilang dipakai santri lain. Saat ditanya, memori itu didapat dari R. Ketika itu, R mengakui perbuatannya dan memantik emosi santri lain yang juga kehilangan barang.

“Saat itu ada belasan santri yang  mengaku kehilangan akhirnya menemui R. R mengakui perbuatannya dihadapan kami dan minta maaf atas perbuatannya,” sebut W, salah satu santri yng ikut diperiksa polisi.

Kemudian, belasan santri yang sudah terpancing emosi langsung meluapkan kekesalan dengan memukul R, Kamis 7 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB.

Tidak sampai disitu, informasi tersebut dengan cepat menyebar ke santri lain. Santri yang merasa kehilangan barang ikut menemui R. Jumat, R kembali dipukul sejumlah santri.

Persoalan tidak selesai sampai disitu. Dua malam berikutnya, R kembali dikeroyok. Saat itu R mengaku dan meminta maaf. Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, R kembali dipukuli oleh santri lain  hingga dilarikan ke RS M Jamil Padang.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudah Dilarang Masih Nekat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman
Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Pasaman Pelaku Ternyata Pria Sewaan Korban
3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa
Pengedar Sabu Digulung Polres Pasaman Ratusan Gram Barang Bukti Diamankan
Pencabulan Anak, Andre Rosiade Desak Pihak Kepolisian Tangkap Pelaku
Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah Ditangkap Pelaku Berstatus Mahasiswa
Diduga Masalah Tapal Batas Tanah Seorang Kakek Dibunuh Tetangganya
Divonis 14 Tahun Penjara, Ini Motif Pelaku Pembunuhan di Pasa Kaciak Lubuk Sikaping

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:56 WIB

Sudah Dilarang Masih Nekat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman

Senin, 6 April 2026 - 14:38 WIB

Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Pasaman Pelaku Ternyata Pria Sewaan Korban

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:07 WIB

3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:25 WIB

Pengedar Sabu Digulung Polres Pasaman Ratusan Gram Barang Bukti Diamankan

Senin, 19 Januari 2026 - 18:33 WIB

Pencabulan Anak, Andre Rosiade Desak Pihak Kepolisian Tangkap Pelaku

Berita Terbaru

Opini

Mie Instan, Gorengan, dan Satu Kali Makan Sehari 

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:55 WIB