Penanganan Virus Corona, 21 Kapsul Isolasi Disiapkan Pemerintah di 19 Daerah

Penulis -

Selasa, 28 Januari 2020 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, menyampaikan bahwa untuk antisipasi penanganan penularan virus Corona telah disiapkan 21 kapsul yang tersebar di 19 daerah.

“Kemenkes itu adalah akan men-support leading sector, leading sector itu bagaimana cara, Kemenkes akan menyiapkan semuanya sarana prasarana isolasi, rumah sakit dan sebagainya. Itu kewenangan Kementerian Kesehatan,” ujar Menkes menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (28/1).

Lebih lanjut, Terawan menyebutkan bahwa 21 kapsul evakuasi yang dimiliki itu ditempatkan di daerah-daerah untuk membawa dari tempat yang terduga menuju Rumah Sakit untuk dilakukan isolasi.

Untuk perawatan di Rumah Sakit, Menkes menyebutkan adalah mengisolasi agar tidak menulari yang lain dan meningkatkan ketahanan tubuh dengan memberikan asupan baik.

“Itu teknik dokter itu untuk meningkatkan kemampuannya. Ya kan, supaya dia menjadi sehat bisa melawan, imunitasnya bisa melawan virusnya, itu saja,” ujar Menkes.

Saat ditanya mengenai penempatan 21 kapsul isolasi, Menkes menyebutkan bahwa lokasinya berada di pintu-pintu masuk terutama prioritas pada daerah-daerah yang punya kecenderungan tinggi untuk masuknya pendatang-pendatang dari Tiongkok.

Mengenai pasien yang dirawat di beberapa daerah sekarang ini, Menkes menyampaikan bahwa semua masih diperiksa jika sudah ada hasilnya akan dikemukakan apa adanya.

Terkait jumlah pasien, Menkes mengaku posisinya tersebar di beberapa daerah seperti Bandung, Cirebon, di RS Sutomo, Jambi, dan Manado.

“Di Cirebon itu berbeda lagi, di Sutomo juga ada, di Jambi ada. Ini tapi ini semua sudah staf-staf saya sudah mendatangi semua. Di Manado juga masih dirawat, nunggu satu-dua hari kalau hasilnya keluar maka diputuskan,” ujar Terawan seraya menyebut semua pasien diberlakukan SOP yang sama penanganannya.

Terkait WNI yang ada di Wuhan, Menkes menyebut jumlahnya sebanyak 243 dan saat ini kondisinya masih sehat karena berada di daerah kontak.

“Artinya apa? Nomor 1 imunitas tubuh kita yang harus dijaga. Kalau kita itu imunitasnya baik, maka virus itu kan lawannya hanya imunitas tubuh, bukan vaksinasi bukan apa, tapi imunitas tubuh,” tambah Menkes.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui pasien mengidap virus Corona, menurut Menkes, membutuhkan waktu 3 sampai 4 hari pengecekan dan itu pun bergantung pada kualitas pengiriman lab yang diperiksa di Jakarta.

“Kalau pengiriman kualitasnya belum baik kita minta ulang. Kan itu kan butuh proses ya, supaya hasilnya itu akurat. Supaya kita tidak memberikan informasi yang salah, karena ini penting sekali menyangkut kebijakan selanjutnya,” ujarnya.

Selain Jakarta, menurut Menkes, Kota Makassar kemarin telah dilihat untuk lokasi pengecekan hasil lab pasien yang diduga terkena virus Corona.

Untuk masyarakat umum, Menkes menyarankan untuk tingkatkan imunitas tubuh dengan gerakan masyarakat hidup sehat.

“Makan cukup, istirahat cukup, ya tapi makan yang gizi berimbang lah, nek makan berlebihan juga ndak sehat, yakan? yang gizi yang seimbang. Kemudian dia juga harus minum cukup, istirahat juga cukup,” ujar Menkes.

Ia juga menyarankan jangan ngelembur terus ya imunitasnya turun, olahraga secukupnya jangan berlebih-lebihan sampai capai, teler juga enggak baik. “Jadi semuanya harus terukur, jaga imunitas kita untuk siap-siap melawan virus,” tambah Menkes.

Beberapa Rumah Sakit yang disiapkan Kemenkes di Jakarta, Menkes menyebutkan ada 3 RS di antaranya RS Sulianti Saroso, RSPAD, dan RS Persahabatan yang punya chamber ketahanan negatif, untuk ICU ketahanan negatif dan punya gedung-gedung untuk isolasi. Ia menambahkan ada satu gedung bisa mengisolasi lebih dari seratus sampai dua ratus orang.

“Ya, itu bisa kita lakukan, tergantung aja nanti kayak apa modelnya mau bertahap atau mau langsung itu enggak ada masalah. Yang paling penting kita Kementerian Kesehatan siap,” tegas Terawan.

Mengenai penanganan WNI yang berada di Wuhan jika nanti tiba di Jakarta, Menkes menyampaikan semua akan dijalani, itu adalah sebuah SOP.

“Dan SOP nya sudah kita buat maka ada table top exercise bagaimana mencoba membaca, menganalisa apa yang harus dilakukan, nah tergantung contingency apa yang nanti. Wes toh,kita udah siap,” pungkas Menkes. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB