Pessel, Prokabar – Sehebat apapun melakukan pengawasan pemilu pada tahapan sebelumnya, namun ketika terjadi pelanggaran pada saat pemungutan suara, itu menandakan buah kerja dari seorang pengawas pemilu belum berjalan seutuhnya.
Ketua Bawaslu Provinsi Sumbar, Vifner mengatakan, pelaksanaan pemungutan suara merupakan tahapan pelaksanaan pemilu yang sangat penting untuk diketahui secara teknis oleh jajaran pengawas pemilu.
Pada kegiatan tersebut, Vifner menekankan Panwaslu Kecamatan betul-betul memahami serta mengerti secara teknis pada tahapan pemungutan suara tersebut.
“Ya, kuncinya itu, Bapak/Ibuk harus menguasai regulasi dari setiap tahapan yang ada. Tidak dipungkiri, kita harus lebih hebat dari yang lain. Soal pemungutan suara, PKPU nomor 3 tahun 2019 wajib dikuasai,” ujarnya saat memberikan arahan kepada jajaran Panwaslu Kecamatan Se-Kabupaten Pesisir Selatan pada kegiatan rapat koordinasi pengawasan pileg dan pilpres 2019, di Hotel Saga Murni Hotel Minggu (3/3). Malam.
Pelaksanaan pemungutan suara yang semakin dekat ini merupakan puncak tahapan yang mengharuskan pengawas pemilu menguasai semua regulasi.
Ia menambhakan, seorang pengawas pemilu memang harus lebih hebat dari jajaran penyelenggara pemilu, seperti KPU dan jajarannya yang melakukan pelaksanaan tahapan secara teknis.
Menurutnya, yang penting dan utama sekali adalah memastikan agar pelaksanaan pemilu terlaksana dengan baik.
“Ayo kita bantu juga KPU untuk menyampaikan dan memberikan sosialisasi terkait dengan tahapan pemungutan suara ini,” ulasnya.
Lebih lanjut, Vifner berpendapat bekerja sebagai seorang pengawas pemilu sebetulnya butuh kesadaran dari diri sendiri.
Katanya, hati nurani harus terasa terpanggil bahwa untuk mengawal demokrasi ini sangat perlu dan penting.
“Kalau itu sudah muncul, dan ketika tugas itu sudah dinikmati dengan baik dan penuh semangat, maka saya yakin akan menjadi kepuasan tersendiri meskipun resikonya lebih besar,” tutupnya,(min)
















