Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pembuatan Batik dan Kopi dari Mangrove Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pessel

Dibaca : 178

Pessel, Prokabar — Program Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil berupa pelatihan pembuatan batik mangrove dan pembuatan kopi mangrove di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan Hadi Susilo.

Menurutnya kopi dan batik dari mangrove ini benar – benar bisa menjadi salah produk andalan dari Pesisir Selatan terutama Nagari Sungai Pinang. “Kita telah melihat langsung dan berharap ini bisa berkembang dan mampu menjadi potensi yang bisa diandalkan kedepannya,” ujarnya, dilansir Prokabar dari MC Pessel, Jumat (15/1).

Hadi  berharap agar ekonomi masyarakat terutama masyarakat pesisir kembali bergairah apalagi di tengah kondisi pandemi sekarang ini.

Senada disampaikan Walinagari Sungai Pinang Azli. Menurutnya potensi di Nagari Sungai Pinang sangat banyak dan mangrove merupakan satu potensi yang melimpah. “Semoga dengan pengolahan Mangrove menjadi kopi dan batik bisa meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya,”ujarnya.

Pihaknya mendukung penuh program yang diluncurkan didaerahnya terutama memanfaatkan mangrove yang memang banyak tumbuh didaerahnya. Dengan program ini bisa membantu warga untuk mengembangkan potensi ini selian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap program ini bisa berkelanjutan sehingga warga bisa selalu berinovasi dalam berkreasi mengolah mangrove. Dan harapannya warga juga bisa mengambil nilai ekonomi dari program ini,” ujarnya.

Walinagari Sungai Pinang berharap agar batik mangrove menjadi salah satu produk andalan yang kemudian menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Nagari Sungai Pinang kedepannya.

“Untuk itu, perlu adanya keseriusan anggota dan tentunya juga komitmen pemerintah untuk tetap memberikan perhatian dan pembinaan agar harapan ini benar – benar terwujud dan bisa menjadi penghasilan tambahan bagi kelompok ibuk – ibuk di Nagari Sungai Pinang ini,” ujarnya.

Seperti diketahui masyarakat Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan yang tergabung dalam kelompok Andespin  mengikuti pelatihan produk olahan dan turunan tanaman mangrove.Dimana pada pelatihan ini diajarkan terkait pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan limbah mangrove menjadi pewarna batik. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top