Daerah

Pasaman Sedang ‘Sakit’, Mari Kita Doakan Lekas Sembuh

Pasaman, Prokabar — Rendahnya serapan anggaran Pemkab Pasaman ternyata menarik keprihatinan masyarakat.

Pasaman sedang sakit, begitulah anggapan masyarakat yang berdiskusi ringan di kedai kopi Coffe Bird Club, Lubuk Sikaping, Senin (10/12) malam.

“Kita doakan saja, semoga Pasaman cepat sembuh di tangan pemerintahan saat ini,” kata Mak Hen, pensiunan ASN Pemkab Pasaman.

Bukan saja optimis untuk mendoakan Pasaman yang lebih baik, pandangan miris, kecewa hingga putus asa lebih banyak terpancar di jagat raya Pasaman Saiyo.

“Mau dikata apa pula lagi, semua sudah terjadi. Kalau tidak sanggup angkat bendera putih. Ganti kepala OPD atau mereka yang tidak sanggup bekerja. Kepala pemerintah jangan hanya sebatas kecewa, lalu menupang dagu melihat Pasaman di ambang kehancuran,” kata, Buya, seorang warga Pasaman lainnya.

Masyarakat menilai kegagalan pemerintahan Pasaman yang sudah di depan mata seperti saat ini, dikarenakan kesalahan pucuk pemimpin itu sendiri. Ini sudah berlarut-larut. Dari tahun 2016, 2017 hingga 2018 raihan kinerja Pasaman semakin menurun. Buktinya, Pasaman minim prestasi, program unggulan banyak hilang, minim raihan bantuan dana segar dari pusat, APBD defisit hingga rendahnya serapan di penghujung tahun. 

“Pepatah mengatakan, setajamnya silet tak akan mampu merobohkan sebatang pohon, setumpul-tumpulnya kapak, sebesar apapun pohon, pasti tumbang dibuatnya. Begitulah kira-kira, kalau Kepala OPD ditempatkan bukan ASN yang ahli di bidangnya, seperti inilah jadinya. Banyak ASN yang produktif, malah diletakan pada jabatan yang tidak ada artinya,” tutup Buya. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top